PC SPLP FSPMI Morowali Soroti Aplikasi Portal K3 dan HRThingsan, Siapkan Perundingan Bipartit

PC SPLP FSPMI Morowali Soroti Aplikasi Portal K3 dan HRThingsan, Siapkan Perundingan Bipartit

Morowali, KPonline – Penerapan sistem digital di lingkungan kerja tak boleh justru menambah beban pekerja dan mengabaikan aspek keselamatan maupun perlindungan data. Persoalan ini menjadi sorotan PC SPLP FSPMI Morowali dalam rapat organizing dan kajian ketenagakerjaan di Sekretariat PC SPLP FSPMI Morowali Jumat (9/10/2026).

Rapat dihadiri Yanto, Sekretaris I PP SPLP FSPMI, bersama jajaran pengurus PC dan PUK SPLP FSPMI Morowali. Pembahasan meliputi perkembangan anggota, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penanganan kasus dan aspirasi pekerja.

Yanto menegaskan, pengembangan organisasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas kader dan kemampuan advokasi.

“Perekrutan anggota secara masif harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas kader dan kemampuan advokasi,” ujar Yanto.

Ketua PC SPLP FSPMI Morowali, Murtarto Umar, menjelaskan bahwa salah satu fokus kajian adalah penerapan portal digital K3 yang dinilai masih menghadapi kendala jaringan, minimnya sosialisasi, fasilitas pendukung, serta penggunaan telepon seluler saat bekerja.

Tekanan terkait penyelesaian materi dan pelatihan mandiri melalui portal tersebut juga menjadi perhatian, terutama jika kendala pelaksanaannya berujung pada sanksi bagi pekerja. Karena itu, PC SPLP FSPMI Morowali menilai penerapannya perlu dievaluasi agar sesuai dengan PKB dan Peraturan Perusahaan, tanpa mengabaikan pentingnya pelatihan K3 secara langsung.

Selain itu, penggunaan aplikasi HRThingsan untuk pengurusan permit, izin SKS, dan cuti karyawan turut disoroti. Serikat pekerja menilai kesiapan sistem serta mekanisme perlindungan data karyawan perlu diperjelas guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan data.

Sebagai tindak lanjut, PC SPLP FSPMI Morowali berencana mengajukan perundingan bipartit dengan perusahaan, melibatkan bagian OHS dan ERM, untuk membahas penerapan kedua sistem tersebut.

PC SPLP FSPMI Morowali berharap dialog menghasilkan solusi yang memastikan digitalisasi di lingkungan kerja berjalan efektif, aman, dan tetap melindungi hak serta kepentingan pekerja.

Penulis: M Ali Fata
Editor : Yanto