Bogor, KPonline-PUK NCNI kehilangan salah satu sosok penting yang selama ini dikenal sebagai motor penggerak organisasi. Sosok tersebut adalah Mulyana, yang akrab disapa Qpunk, seorang aktivis buruh yang telah lama mendedikasikan diri dalam perjuangan serikat pekerja.
Mulyana bergabung sebagai pekerja aktif di perusahaan sejak tahun 2009. Sejak awal, ia dikenal sebagai pribadi yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi terhadap perjuangan kaum buruh. Kiprahnya di dunia organisasi dimulai dengan menjadi salah satu pendiri FSPMI di PUK SPL FSPMI.
Tidak hanya aktif di tingkat PUK, Mulyana juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal PC SPL FSPMI Bogor. Selain itu, ia turut berperan sebagai Sekretaris Daerah Garda Metal Bogor, di mana perannya sangat signifikan dalam menggerakkan konsolidasi dan aksi-aksi perjuangan buruh.
Keputusan Mulyana untuk hengkang dari perusahaan bukanlah tanpa alasan. Langkah tersebut diambil agar ia dapat lebih fokus dalam menggerakkan roda organisasi. Selama ini, Mulyana dikenal sangat aktif dalam berbagai agenda penting FSPMI maupun dalam aliansi buruh Bogor Bergerak.
Dedikasi dan loyalitasnya dalam berorganisasi tidak diragukan lagi. Ia dikenal sebagai sosok yang royal, totalitas, dan selalu hadir dalam setiap perjuangan, baik di internal organisasi maupun dalam gerakan buruh lintas aliansi.
Kabar hengkangnya Mulyana tentu memberikan dampak yang cukup terasa bagi PUK NCNI. Kehilangan sosok penggerak seperti dirinya menjadi catatan tersendiri bagi organisasi, sekaligus tantangan untuk terus melanjutkan perjuangan dengan semangat yang sama.
Dalam pesan penutupnya, Mulyana menyampaikan harapan dan doa bagi PUK NCNI. “Semoga PUK NCNI semakin solid dan lebih baik lagi. Doakan saya bisa lebih fokus terhadap organisasi dan keluarga,” tutupnya.