Majalengka, KPonline – Pendidikan dalam dunia ketenagakerjaan memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan pendidikan formal akademis yang diperoleh selama menempuh bangku sekolah. Pendidikan serikat pekerja menjadi salah satu bekal penting bagi anggota untuk memahami hak, kewajiban, serta perjuangan kaum buruh.
Hal tersebut disampaikan oleh Despita Hutasoit selaku Ketua Bidang Pendidikan dalam agenda konsolidasi PUK SPAI-FSPMI PT Shoetown Ligung Indonesia yang berlangsung di Kedai Rumah Anggur by Kisana, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (18/10/2026).
“Keunggulan di FSPMI adalah adanya pendidikan bagi anggota. Mereka yang awalnya tidak mengetahui berbagai hal tentang ketenagakerjaan, melalui pendidikan yang diikuti menjadi lebih memahami dan memiliki pengetahuan. Contoh terdekat adalah pendidikan yang baru saja dilaksanakan, yaitu pendidikan advokasi, K3, dan maternity,” ungkap Despita Hutasoit.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu keunggulan sekaligus daya tarik FSPMI dalam mengajak para pekerja yang belum bergabung dengan serikat pekerja agar turut berorganisasi. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, pekerja diharapkan mampu memahami pentingnya berserikat serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, baik di tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan Cabang, maupun Pimpinan Unit Kerja.
Selain itu, Despita juga mengajak anggota perempuan untuk lebih aktif mengambil bagian dalam setiap kegiatan organisasi, mulai dari konsolidasi, pendidikan, hingga upaya menambah jumlah anggota. Keterlibatan perempuan dinilai penting agar mereka tidak hanya menjadi bagian dari organisasi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam memperkuat perjuangan kaum buruh.
“Saya mengajak teman-teman anggota perempuan untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan, mulai dari konsolidasi, pendidikan, maupun menambah jumlah anggota. Sebagai perempuan, kita juga harus mampu berperan dalam mengampanyekan pentingnya menjadi anggota FSPMI serta mencegah terjadinya harassment, abuse, dan diskriminasi terhadap pekerja perempuan,” tambah Despita Hutasoit.
Penyampaian tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya dilakukan melalui aksi unjuk rasa sebagaimana yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Lebih dari itu, FSPMI juga menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam membangun kesadaran, meningkatkan pengetahuan, dan memperkuat kapasitas anggota agar mampu menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Melalui pendidikan yang berkelanjutan, FSPMI diharapkan dapat melahirkan anggota yang semakin kritis, berpengetahuan, dan berani memperjuangkan hak-haknya secara terorganisasi. Inilah salah satu pembeda FSPMI dengan organisasi lainnya: membangun kekuatan buruh tidak hanya melalui gerakan, tetapi juga melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Media Perdjoeangan Cirebon Raya
Kontributor Majalengka
Penulis: Jon Halomoan Siregar



