Jepara, KPonline – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, serikat pekerja di PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (SAMI)-Jepara Factory mengikuti aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Pimpinan Unit kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT. SAMI-JF, Yohanes Sri Giyanto, menyebut sebanyak seratus lebih anggotanya akan berpartisipasi dalam aksi May Day hari ini, Jum’at (1/5/2026).
“Mengenai kepesertaan May Day hari ini, ada seratusan lebih anggota PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF akan mengikuti aksi di depan DPRD Provinsi Jawa Tengah sesuai instruksi yang diturunkan oleh kepengurusan wilayah FSPMI Jawa Tengah,” sebut Yohanes.
Peserta massa aksi dari PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF akan bertolak menuju ke Semarang menggunakan sepeda motor dan bus.
“Dari PUK SAMI sendiri, ada seratus sepeda motor dan satu unit bus akan berkonvoi menuju DPRD Provinsi Jateng,” kata Yohanes.

Beberapa isu penting akan disuarakan, diantaranya adalah pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru, HOSTUM (Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah), stop ancaman PHK imbas kondisi global, reformasi pajak, ratifikasi ILO nomor 190, hingga penyelenggaraan pembahasan UMSK Jepara untuk tahun 2027 dan perealisasian Daycare untuk anak buruh di Kabupaten Jepara.
Yohanes mengatakan, May Day ini adalah momentum penting bagi buruh anggota PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI-JF untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan. Mengingat sampai dengan berita ini dilansir, belum ada kejelasan mengenai kenaikan upah tahunan bagi buruh PT. SAMI Grup.
Menurutnya, perjuangan kenaikan upah tahunan PT. SAMI Grup akan menjadi prioritas utama pasca peringatan May Day.
“May Day 2026 bisa dikatakan adalah momen yang tepat untuk menyalakan kembali semangat perjuangan, ditambah lagi saat ini buruh PT. SAMI Grup dihadapkan dengan kondisi kenaikan upah tahunan yang sampai hari ini belum ada kejelasan,” kata Yohanes di antara ratusanmassa aksi.
“Eskalasi ke depan, perjuangan upah tahunan akan jadi prioritas utama kita pasca May Day hari ini. Dengan apa yang kami bisa, kami akan coba,” imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa buruh PUK SPAMK FSPMI PT. SAMI Grup sudah siap untuk melakukan perjuangan ekstra jika memang situasi perundingan upah tahunan PT. SAMI Grup tidak ada pergerakan atau staknan.
“Kami rasa, kami sudah siap untuk melakukan perjuangan upah tahunan. Bahkan, jika harus dengan strategi dan tenaga yang ekstra, kami siap dan kami satu komando agar perundingan upah tidak staknan,” pungkasnya.
(Ded)