Human Interest : Nur Hanifah, Cahaya yang Lurus

  • Whatsapp
Nur Hanifah, Buruh PT. Enkei ( Foto : Iwan )

Cikarang Selatan, KPOnline – “Insya Allah tak ada rasa takut sama sekali dalam hati saya, yang terpikir adalah berjuang demi teman-teman, berjuang demi tegaknya aturan dan berjuang demi masa depan yang lebih baik. Saya tidak takut di PHK karena saya yakin ada di jalan kebenaran”.

Kata-kata itu diucapkan tidak berapi-api, bukan juga dengan nada keras, tapi kata-kata itu diucapkan dengan lembut dan tegas, rangkaian kalimat yang meluncur dari mulut perempuan berperawakan tinggi langsing, saat menjawab mengapa ia berani berorasi dihadapan semua orang saat mereka melakukan aksi mogok kerja, apakah dirinya tidak takut di PHK ?

Nur Hanifah, Buruh PT. Enkei ( Foto : Iwan )
Nur Hanifah, Buruh PT. Enkei ( Foto : Iwan )

Bukankah jika kamu berorasi kamu akan ditandai! Dan jika mogok ini gagal maka kamu akan menjadi orang pertama yang akan menangung akibatnya. Begitulah pertanyaan dan kekhawatiran teman-temannya saat melihat keberanian perempuan ini.
Untuk jelasnya mari kita kembali ke kisah perjuangan heroik buruh di PT. Enkei dalam memperjuangkan hak-haknya. Iya perempuan bernama lengkap Nur Hanifah ini memang bekerja di PT. Enkei.

Alkisah beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009 di Bekasi, di PT. Enkei, tercetus sebuah tekad oleh buruh yang bekerja di perusahaan ini untuk mendirikan serikat pekerja (FSPMI) di PT. Enkei. Mereka tahu itu tidak mudah tapi mereka yakin kekompakan dan solidaritas akan membawa mereka kepada kemenangan.

Singkat cerita terbentuklah serikat pekerja diperusahaan itu dan seperti yang sudah diduga, hal ini mendapat tantangan keras dari manajemen perusahaan. Hingga akhirnya buruh di perusahaan ini dengan kompak melakukan aksi mogok kerja total sebagai bentuk perlawanan.
Ini terjadi belum juga genap setahun FSPMI hadir di PT. Enkei. Saat itu, terlihat jelas begitu kompaknya buruh PT. Enkei dalam melakukan aksi mogok kerja, karena tak terihat satu orang buruh yang bekerja.

Akhirnya berkat kerja keras, keberanian, dan kekompakan aksi mogok tersebut membuahkan hasil maksimal. Kehadiran FSPMI diakui oleh manajemen perusahaan. Segala peraturan yang dinilai mengintimidasi dan mendiskriminasi buruh secara berangsur hilang seketika.

Nah saat aksi mogok berlangsung tercatat sebagian besar buruh yang berani berorasi di hadapan semua orang adalah buruh laki-laki, itupun kebanyakan dari mereka merupakan pengurus serikat pekerja. Namun saat itu muncullah dua orang Srikandi yang berani tampil ke depan, salah seorang diantaranya bernama Nur Hanifah, perempuan yang memberikan jawaban diatas.

Dengan jujur, Hanifah bercerita saat itu dirinya sama sekali tidak mengerti dunia serikat pekerja. Anak ke 6 dari 7 bersaudara itu merasa seolah-olah ada kekuatan gaib yang mendorongnya untuk tampil kedepan, menyuarakan tuntutan dihadapan sesama buruh dan manajemen perusahaan.
Intinya saat itu dirinya hanya ingin berbuat yang terbaik bagi teman-temannya. Keberanian perempuan kelahiran Kebumen, Jawa Tengah sontak semakin membangkitkan semangat perlawanan buruh diperusahaan ini. Hingga akhirnya buruhpun meraih kemenangan.
Sikap heroik perempuan yang sudah memiliki 2 orang buah hati ini ternyata mendapat apresiasi dari pengurus dan anggota serikat pekerja di perusahaan. Hanifah dipercaya menjadi pengurus organisasi bidang perempuan di perusahaan.

Tak lama kemudian Hanifah kembali dipercaya untuk tugas yang lebih berat, menjadi pengurus organisasi bidang perempuan ditingkat nasional. Kepercayaan yang didapat merupakan refleksi dari keindahan arti dari nama Nur Hanifah yaitu cahaya yang lurus.

Kepada KP, perempuan berkerudung ini mengaku kehidupan masa kecil hingga SMA nya biasa-biasa saja. Sama sekali tidak ada tanda-tanda pada suatu saat ia akan menjadi seorang yang kritis apalagi menjadi aktifis buruh. Masa kecil hingga remaja lebih banyak menghabiskan waktu untuk membantu kedua orang tua. “Maklum bung, keluarga saya bukan keluarga kaya,” akunya kepada KP.

Tapi Nur Hanifah membuktikan kepada kita jalan hidup bisa membawa kita kemana saja. Keyakinan, doa dan usaha akan menjadi petunjuk arah perjalanan. Wallahua’lam Bissawab. *Msk*