Kisah Dina, Penderita Kusta Yang Berjuang Untuk Bertahan Hidup

  • Whatsapp

Bekasi, KPonline – Tonggak pergerakan berawal dari sebuah keprihatinan melihat sosok Dina, anak berumur 14 tahun, warga dari dusun Waladin RT/RW 24/06, desa Pasir Bungur, kecamatan Purwadadi, kabupaten Subang.

Dina adalah salah satu putri kembar dari ibu Dian yang sudah lama ditinggal suaminya.
Menurut hasil pemerikasaan tim medis setempat gejala sakit Kusta yang dialami Dina diketahui saat menimba ilmu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negri 01 Purwadadi, kabupaten Subang.

Bacaan Lainnya

Proses pengobatan Dina yang sedang berjalan dengan melibatkan Puskesmas setempat, namun penyakit yang dideritnya cukup parah.

Lisna, salah satu relawan Jamkeswatch Subang mencoba untuk memutar otak supaya Dina bisa mendapatkan pengobatan secara intensif.

“Tidak terasa 2 tahun sudah perjalann bersama Jamkeswatch Subang, saya masih ingat bagaimana kesulitan saat itu untuk menyalurkan hasrat yang ingin membantu fasilitasi Dina agar mendapatkan pelayanan kesehatannya. Dengan keterbatasan pengalaman, dan pengetahuan dalam hal kesehatan,” tutur Lisna kepada Koran Perdjoeangan, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut, Lisna menerangkan bahwa masih banyak warga di lingkungannya yang belum mendapatkan jaminan kesehatan berupa kartu BPJS. Bahkan ketidaksinkronan masalah data penduduk pun terkadang menjadi suatu kendala ketika warga tersebut akan melakukan pengobatan ke Rumah Sakit.

“Dari mulai rasa sedih ketika melihat situasi secara langsung rintihan Dina dalam menahan rasa sakitnya. Alhamdulillah sekarang bisa melihat Dina tersenyum walaupun masih sedikit merasa sakit. Progres penyembuhan Dina yang terlihat signifikan membuat kita sadar semua nikmat yang diberikan Tuhan. Cepet sembuh Dina, jagan pernah menyerah, ini adalah cobaan yang akan membawa hikmah,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Yang awalnya terkujur, dengan kaki, tangan kaku dengan bobot tubuh yang tidak sewajarnya di usia belia. Akhirnya keluarga ibu Dian yang sekaligus ibu kandung Dina bisa tersenyum melihat perkembangan anaknya yang selama ini terbaring. Dina putri cantik yang tegar dalam mengahadapi cobaan yang dideritanya, tidak pernah melihatkan penyesalan dari raut wajah Dina selama berjuang menahan rasa sakit yang dirasakannya.

“Entah balasan apa yang harus saya tebus untuk tim Jamkeswatch Subang, dengan ada bantuan dari tim Jamkeswatch, dan aparatur desa setempat anak saya bisa terlihat ceria kembali. Saya berharap anak saya bisa kembali pulih seperti anak yang lainnya, ini adalah suatu anugrah buat saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih untuk Tim Jamkeswatch Subang, dan aparatur desa setempat yang sudah membantu dalam pengobatan anak saya,” ucapnya sambil mengusap air mata.

Penulis : Jhole
Foto : Aap

Pos terkait