Bogor, KPonline – Rangkaian Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) ke-3 PUK SPDT FSPMI PT. Transportasi Jakarta resmi ditutup oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) SPDT FSPMI, Saeful Anwar, di Teratai Hotel, Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Penutupan MUSNIK 3 menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk kembali meneguhkan komitmen perjuangan dan memperkuat soliditas organisasi. Musyawarah yang berlangsung sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat unit kerja tersebut telah melahirkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2029.
Dalam kesempatan tersebut, Saeful Anwar menyampaikan bahwa MUSNIK bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan maupun perebutan posisi dalam organisasi. Lebih dari itu, MUSNIK merupakan ruang pembelajaran bersama tentang demokrasi, permusyawaratan, tanggung jawab, dan keberlanjutan perjuangan organisasi.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang baru harus mampu melanjutkan perjalanan organisasi dengan menjaga persatuan dan kekompakan seluruh anggota.
“Organisasi ini seperti sebuah kapal. Kapal yang sudah berlayar cukup panjang tidak boleh dibiarkan bocor. Kapal ini harus terus dijaga agar dapat sampai pada tujuan,” kata Saeful Anwar dalam rangkaian MUSNIK 3.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tantangan organisasi ke depan tidak ringan. Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen dan mengedepankan kepentingan anggota serta perjuangan bersama.
Dengan ditutupnya MUSNIK 3, estafet perjuangan PUK SPDT FSPMI PT. Transportasi Jakarta secara resmi berlanjut ke periode 2026–2029. Kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan hasil musyawarah menjadi langkah nyata dalam menghadapi berbagai tantangan hubungan industrial dan perjuangan kesejahteraan anggota.
MUSNIK 3 pun berakhir, tetapi perjuangan tidak berhenti. Mandat organisasi telah diberikan, estafet telah berpindah, dan perjalanan baru telah dimulai. (Doni)