Kekerasan Terhadap Perempuan Makin Marak, FSPMI Tangerang Siapkan Posko KBG

  • Whatsapp
Buruh di salah satu pabrik rokok berjalan melewati sebuah jalan, mereka di dominasi oleh perempuan.

Tangerang, KPonline – Kekerasan fisik maupun verbal kian hari semakin meningkat khususnya terhadap perempuan. Menurut Presidium Koalisi Perempuan Indonesia Wiwik Afifah, dalam pernyataannya, mencatat ada lebih dari 1.300 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2020, namun kurang dari 10 persen perempuan yang berani melaporkan kasus mereka.

Salah satunya contohnya, kekerasan fisik perempuan di tempat kerja, yang terjadi pada tanggal 4 Maret 2021, video berdurasi 30 detik yang viral di media sosial, dimana seorang pria tengah memarahi pekerja perempuan bahkan sempat membentak dan menendang.

Bacaan Lainnya

Melihat kejadian itu, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mengecam keras, karena kekerasan tidak dibenarkan dalam penindakan kesalahan.

Melalui Departemen Perempuan DPP FSPMI, agar kejadian itu tidak kembali terulang di lingkup tempat kerja, rencananya akan mendirikan posko KBG (Kekerasan Berbasis Gender) di dua daerah yaitu Bekasi dan Tangerang.

Merespon hal itu, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tangerang Akhmad Jumali, mengatakan bahwa ini harus ditanggapi dengan serius dan berharap semua struktur kepengurusan PC SPA dan Pilar saling bersinergi dan bekerja sama.

“Posko KBG ini penting, semua elemen struktur kepengurusan harus terlibat, saling sinergi, bekerja sama”. Kata Jumali, saat memimpin rapat di Lt.3 Kantor Konsulat Cabang FSPMI Tangerang, Jl.Gatot Subroto KM.5, Kota Tangerang. Selasa (30/03/2021)

Rapat dihadiri perwakilan pengurus Pimpinan Cabang SPA dan Pilar FSPMI Tangerang yaitu, Garda Metal, LBH, Media Perdjoeangan dan Biro Perempuan.

Ditempat yang sama, Direktur LBH FSPMI Banten Sopiyudin Sidik, menjelaskan bahwa dengan didirikannya posko ini bisa memfasilitasi pekerja yang menerima kekerasan ditempat kerja.

“Ini kegiatan sosial dan banyak pekerja yang takut atau malu bahkan bingung mau melaporkan kemana”. Jelasnya

Senada dengan Akhmad Jumali, Ia berharap dengan berdirinya Posko KBG bisa menjadi tempat keluh kesah dan pengaduan tindak kekerasan gender di lingkup kerja.

“Kita semua bekerja bersama-sama dalam tim di kepengurusan yang telah dibentuk, untuk menyediakan tempat keluh kesah bagi pekerja yang mendapat tindak kekerasan gender di tempat kerjanya”. Tambahnya

“Perlu diingat, Posko ini universal, bukan hanya lingkup anggota FSPMI saja, tapi meluas ke seluruh pekerja dan masyarakat di Tangerang bahkan Banten” Tegas Sopi

Berikut ini adalah susunan kepengurusan Posko Kekerasan Berbasis Gender (KBG) Tangerang Raya :

Ketua : Eha Setyawati
Sekretaris : Yuni Cahyani
Bendahara : Sri Yanti
Anggota :
1. Mardiani
2. Firmansyah Ramadhani
3. Pardan, S.H
4. Mei Wahyu Pemiluwati
5. Sri Rejeki
6. Iim Rohiman
7. Lala Sobaralamin
8. Siswo Sujarwo, S.H
9. Sarjono
10. Darkonah

Penulis : Chuky

Pos terkait