Puisi Karya : Budi S.
Dahulu hutan menghijau,
burung bernyanyi,
rusa berlalu,
akar memeluk bumi,
daun menaungi langit biru.
Kini api melahap rimba, langit menghitam, udara beracun.
Siapa yang membakar?
Kerakusan yang bersembunyi di balik kekuasaan.
Sejengkal tanah dirampas, berhektare hutan dibabat.
Anak-anak menghirup asap, satwa kehilangan tempat, bumi terluka tanpa sempat mengadu.
Wahai penguasa, dengarkan tangis kami
Jangan bungkam nuranimu
Padamkan api sebelum terlambat, hentikan kerakusan
Hutan bukan milik segelintir manusia
Masa depan bukan harga sebuah keserakahan.
Jika hutan dibiarkan binasa,
Esok anak cucu hanya mengenal hijaunya rimba dari lembaran buku dan puisi yang ditulis dengan air mata.
Untuk hutan yang terluka, bumi yang merana, dan nurani yang semoga belum ikut terbakar.