Jakarta, KPonline — Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) menggelar evaluasi program pendidikan dan pengorganisasian melalui agenda Koordinasi Meeting Organizing DPP FSPMI, Kamis (15/10/2026), di lantai 1 kantor DPP FSPMI.
Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas program, memetakan capaian pengorganisasian, sekaligus merumuskan strategi untuk memperluas wilayah kerja organisasi dan meningkatkan jumlah anggota pada 2026.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Presiden Bidang Pendidikan dan Pelatihan FSPMI, Nani Kusmaeni, bersama Wakil Presiden Bidang Organizer FSPMI, Nuryasin. Pertemuan tersebut melibatkan jajaran pengurus DPP FSPMI serta perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) dari sejumlah perusahaan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Roza Febrianti, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pekerja Perempuan FSPMI; Agung Panji Sutrisna, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organizer FSPMI; Tri Agung Setiawan, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pendidikan dan Pelatihan FSPMI; serta Wisnu Handoyo dari Bidang Organizer DPP FSPMI.
Turut hadir Yanto dari PUK SPLP FSPMI PT Marsol Abadi Indonesia, Dedi Riyanto dari PUK SPAMK FSPMI PT Namicoh Indonesia, dan Aisyah Fauziah dari PUK SPEE FSPMI PT Omron Manufacturing of Indonesia.
Evaluasi Harus Berujung pada Penguatan Organisasi
Pembahasan difokuskan pada evaluasi pengorganisasian, mulai dari pengembangan wilayah, peningkatan jumlah anggota, hingga identifikasi peluang dan hambatan dalam menjalankan program sepanjang 2026.
Selain itu, forum juga membahas strategi pengorganisasian dan target capaian, termasuk perkembangan kerja pengorganisasian berdasarkan sektor, wilayah, serta penanggung jawab atau person in charge (PIC) organizer.
Aspek-aspek tersebut menjadi penting untuk memastikan kerja pengorganisasian tidak berhenti pada perencanaan dan pelaporan, tetapi bergerak menuju capaian yang terukur. Perluasan wilayah harus disertai penguatan basis anggota, sedangkan peningkatan jumlah anggota perlu ditopang oleh strategi yang terarah, koordinasi yang solid, dan tindak lanjut yang konsisten.
Dalam konteks ini, evaluasi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan, menilai efektivitas pendekatan pengorganisasian, serta menyelaraskan langkah antara pengurus pusat, tim organizer, dan perangkat organisasi di tingkat unit kerja.
Pendidikan dan Pengorganisasian Harus Berjalan Seiring
Keterlibatan Bidang Pendidikan dan Pelatihan bersama Bidang Organizer menegaskan pentingnya keterhubungan antara penguatan kapasitas kader dan perluasan organisasi. Pendidikan yang terarah diharapkan dapat mendukung kesiapan kader dalam menjalankan fungsi organisasi, membangun kesadaran kolektif pekerja, serta memperkuat keberlanjutan pengorganisasian.
Sementara itu, pemetaan progres berdasarkan sektor, wilayah, dan PIC organizer diperlukan agar perkembangan program dapat dipantau secara lebih sistematis, hambatan dapat segera diidentifikasi, dan strategi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui Koordinasi Meeting Organizing DPP FSPMI ini, evaluasi program diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal dan mempertajam langkah pengorganisasian pada 2026.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap strategi memiliki target yang jelas, setiap wilayah memiliki arah pengembangan, dan setiap penanggung jawab mampu menerjemahkan rencana menjadi hasil nyata. Dengan demikian, pengorganisasian tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan instrumen strategis untuk memperbesar kekuatan kolektif pekerja dan memperkokoh posisi FSPMI dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya.