Bekasi, KPonline – Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPAMK FSPMI) PT Menara Terus Makmur (MTM) menggelar Trainers Training Module (TTM) Batch 2 dengan tema “Membangun Kesetaraan Gender”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Metland Hotel Tambun, Bekasi, Sabtu (26/9/2026), dan diikuti sebanyak 25 peserta. Selain berasal dari PUK SPAMK FSPMI PT Menara Terus Makmur, peserta juga datang dari sejumlah elemen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), di antaranya SPBI, FSP Farkes, dan FSP KEP.
Ketua PUK MTM, Dian Hernansyah, S.Kom., dalam sambutannya berharap seluruh peserta dapat memahami secara lebih mendalam mengenai kesetaraan gender, khususnya dalam lingkungan kerja.
Materi TTM kali ini disampaikan oleh Yolanda Pragita, Bendahara PUK MTM, yang sebelumnya telah mempelajari dan mendalami isu kesetaraan gender di lingkungan serikat pekerja.
“Manfaatkan momentum diskusi ini untuk membangun kesetaraan gender, sehingga kita dapat mewujudkan lingkungan kerja yang adil, aman, inklusif, dan bebas diskriminasi,” ujar Dian.
Sementara itu, Koordinator Liputan Nasional Media Perdjoeangan, Agung Brada, menekankan pentingnya kaderisasi dalam menjaga keberlangsungan organisasi serikat pekerja.
Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kondisi hubungan industrial saat ini, tetapi juga oleh keberadaan kader yang mampu meneruskan perjuangan organisasi.
“Bila kesejahteraan di sebuah perusahaan aman dan bagus, itu karena ada kader yang bagus. Akan tetapi, bila kaderisasi putus, siap-siap organisasi di perusahaan itu akan mati dengan sendirinya,” tegas Agung.
Diskusi berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mengikuti berbagai tugas dan praktik yang diberikan oleh Yolanda selaku narasumber. Hasil praktik kemudian dibahas dan didiskusikan bersama untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai kesetaraan gender.
Kegiatan TTM Batch 2 ini ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas dan kaderisasi di lingkungan PUK MTM maupun serikat pekerja yang tergabung dalam KSPI.