Buruh Menulis, Buruh Bersuara: Media Perdjoeangan Bekasi Cetak Generasi Baru

Buruh Menulis, Buruh Bersuara: Media Perdjoeangan Bekasi Cetak Generasi Baru

Bekasi, KPonline – Berbagi ilmu bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan manfaat bagi orang lain. Semangat inilah yang mewarnai Pendidikan Dasar Jurnalistik Batch I Media Perdjoeangan FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, Minggu (18/10/2026), di KC FSPMI Bekasi, Yapink, Tambun Selatan

Mengusung tema “Mencetak Generasi Kontributor yang Cerdas, Kreatif, dan Berintegritas”, kegiatan ini diikuti 52 peserta dari berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPA FSPMI se Kabupaten/Kota Bekasi.

Pendidikan ini menjadi langkah nyata Media Perdjoeangan khususnya di Bekasi dalam mempersiapkan kader yang mampu menyampaikan informasi organisasi secara akurat, menarik, dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat peran media sebagai bagian dari perjuangan kaum buruh.

Dalam sambutannya, Kabiro Media Perdjoeangan Bekasi, Wiwik Aswanti, S.H., M.H., menyampaikan program “1 PUK 1 Kontributor”. Program tersebut diharapkan dapat mendorong setiap PUK memiliki kader yang aktif mendokumentasikan dan menyebarluaskan kegiatan maupun perjuangan organisasi.

Dengan demikian, informasi tidak hanya beredar di kalangan pengurus, tetapi juga dapat menjangkau anggota dan masyarakat luas. Setiap persoalan, kegiatan, dan aspirasi buruh di tingkat perusahaan diharapkan memiliki ruang untuk disampaikan melalui pemberitaan yang baik.

Sepanjang pendidikan, peserta mendapatkan pembekalan dari para pemateri yang memiliki bidang keahlian masing-masing. Materi tidak hanya berisi teori, tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat diterapkan ketika menjalankan tugas sebagai kontributor media di lingkungan PUK.

Yanto atau yang akrab disapa Paman menyampaikan materi penulisan jurnalistik. Peserta dibekali pemahaman tentang cara menyusun berita yang baik, menarik, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ketepatan fakta serta kejelasan informasi menjadi hal penting agar berita yang dihasilkan tidak sekadar dibaca, tetapi juga dipercaya.

Materi berikutnya adalah fotografi yang disampaikan Rosa Hermawan atau Ocha. Peserta diperkenalkan pada dasar-dasar fotografi dan teknik pengambilan gambar menggunakan kamera maupun telepon genggam. Salah satu materi yang dipelajari adalah segitiga eksposur, yaitu pengaturan ISO, shutter speed, dan aperture untuk menghasilkan foto yang lebih baik.

Sementara itu, M. Indrayana, S.H., membawakan materi propaganda dan cyber. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pemanfaatan media digital untuk membangun opini publik, menyampaikan kepentingan pekerja, serta mendorong partisipasi anggota dalam kehidupan organisasi.

Pada sesi terakhir, Wiwik Aswanti, S.H., M.H., menyampaikan peran media serta materi hukum dan kode etik jurnalistik, pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses pengelolaan pemberitaan, bagaimana perannya, etika jurnalistik, serta aspek hukum yang perlu diperhatikan dalam aktivitas media, termasuk ketentuan terkait informasi dan transaksi elektronik.

Rangkaian pendidikan berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan pemberian sertifikat kepada peserta. Sertifikat tersebut menjadi bukti keikutsertaan dalam pendidikan sekaligus penanda dimulainya tanggung jawab baru untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Namun, nilai terpenting dari pendidikan ini bukanlah sertifikat yang dibawa pulang, melainkan kemampuan yang nantinya digunakan untuk mendokumentasikan perjuangan dan menyuarakan aspirasi anggota.

Melalui program 1 PUK 1 Kontributor Media Perdjoeangan Bekasi berharap semakin banyak kader yang berani menulis, terampil mendokumentasikan kegiatan, serta bijak memanfaatkan media digital.

Sebab, perjuangan buruh tidak hanya berlangsung di tempat kerja, dalam aksi, atau di meja perundingan. Perjuangan juga hadir melalui tulisan yang membuka wawasan, foto yang merekam fakta, dan informasi yang mampu menggerakkan kesadaran.

Berbagi ilmu itu pahala. Ketika ilmu jurnalistik digunakan untuk menyampaikan kebenaran dan memperkuat perjuangan buruh, manfaatnya tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat dirasa