Wiwik Aswanti Kabiro Media Perdjoeangan Bekasi, Bekerja dalam Senyap demi Lahirnya Jurnalis Buruh

Wiwik Aswanti Kabiro Media Perdjoeangan Bekasi, Bekerja dalam Senyap demi Lahirnya Jurnalis Buruh
Fotografer : Ibenk

Bekasi, KPOnline – Pagi itu hari Minggu, (18/10/2026) aku menghadiri acara Pelatihan Dasar Jurnalistik yang dilaksanakan Media Perdjeoangan Bekasi, kulihat jam ditanganku waktu menunjukan pukul tujuh kurang saya sudah sampai di lokasi dan butuh Effort yang luar biasa dengan diiringi rasa yang tulus ikhlas menjalankan perjalanan di Minggu pagi, dan untuk sampai ke gedung KC FSPMI yang berlokasi di Jl. Yapink Putra No. 11 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini,  apalagi aku datang dari Klender Jakarta Timur, tujuanku pasti untuk mendapatkan ilmu tentang Jurnalistik.

Saat aku tiba dilokasi gedung KC masih sepi beberapa orang panitia sudah sampai di lokasi termasuk Kabiro Media Perdjoeangan Bekasi Wiwik Aswanti, S.H., M.H., meski jabatannya adalah Kabiro namun tak membuatnya berdiam diri, Wiwik ikut sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan Pelatihan Dasar Jurnalistik bersama pengurus media yang merupakan panitia acara ini, mulai dari perangkat presentasi hingga meja registrasi dan konsumsi peserta.

Saat gedung masih sepi dan baru beberapa panitia tiba, Wiwik memastikan seluruh perlengkapan siap digunakan. Bagi Yuni Wulandari, salah satu peserta yang datang dari Klender, Jakarta Timur, kesungguhan tersebut menjadi pengalaman tersendiri dalam mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan jurnalistik kader serikat pekerja.

Dalam pelatihan yang diikuti 52 peserta dari 29 Pimpinan Unit Kerja (PUK) tersebut, Wiwik menjadi salah satu pemateri dengan membawakan materi tentang peran media, pembekalan jurnalistik, aspek hukum pemberitaan dan kode etik jurnalistik

Dengan latar belakang pendidikan hukum, ia menekankan pentingnya menghasilkan berita yang akurat, beretika, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Peserta yang hadir pagi itu semangatnya luar biasa. Tugas kabiro adalah mengarahkan semangat itu agar tulisannya bukan hanya viral, tapi juga bertanggung jawab,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain Wiwik, tiga pemateri senior Media Perdjoeangan Bekasi, yakni Paman Yanto, Rosa Hermawan, dan Mohamad Indrayana, SH., turut membagikan pengetahuan serta pengalaman jurnalistik.

Mereka mendorong peserta agar berani menulis dan menjadikan persoalan di tempat kerja, dinamika organisasi, serta perjuangan buruh sebagai bahan pemberitaan yang bermanfaat.

Melalui pelatihan Batch 1 ini, Media Perdjoeangan Bekasi berharap semakin banyak anggota serikat pekerja yang menjadi kontributor, sehingga suara buruh dari tingkat PUK dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada publik.

Pelatihan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah sertifikat dibagikan dan peserta bersiap pulang, Wiwik dan para pengurus media masih berada di lokasi, untuk membereskan perlengkapan kegiatan yang disiapkannya sejak pagi. Dan sepanjang kegiatan pengurus Media Perdjoeangan Bekasi tersebut terlihat sangat kompak dan saling mengisi agar semua bisa berjalan dengan baik.

Bagi Yuni Wulandari, hari itu bukan hanya tentang memperoleh ilmu jurnalistik, tetapi juga menyaksikan kerja di balik layar seorang penggerak media yang menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.