Tutup Upskill Bidang VI, Pratomo Hadinata Dorong Infokom Perkuat Penyampaian Informasi hingga ke Anggota

Tutup Upskill Bidang VI, Pratomo Hadinata Dorong Infokom Perkuat Penyampaian Informasi hingga ke Anggota

Kab. Semarang, KPonline — Ketua PUK SPAMK FSPMI PT SAMI Tugu Factory (TF) Semarang, Pratomo Hadinata, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas tim Infokom sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dan memastikan setiap informasi maupun agenda PUK dapat tersampaikan kepada anggota.

Hal tersebut disampaikan Pratomo dalam arahan di akhir kegiatan Upskill Bidang VI Infokom dan Pekerja Muda PUK SPAMK FSPMI PT SAMI TF, Minggu (27/9/2026).

Pratomo menyampaikan apresiasi kepada Bidang VI, khususnya Wakil Ketua Bidang VI Joko Santoso, dan Sekretaris Bidang VI Bambang Dilta Y, serta seluruh seksi bidang yang telah mempersiapkan kegiatan. Ia menilai agenda tersebut penting karena memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Agenda ini sangat bagus untuk PUK kita. Bukan hanya upskill di Bidang VI saja, sebenarnya sudah beberapa kita lakukan upskill di beberapa bidang yang tujuannya salah satunya adalah untuk memberi ilmu. Semoga itu bisa bermanfaat, khususnya untuk PUK, dan pada umumnya nanti teman-teman bisa berkarya di luar organisasi, membantu sesama, minimal di keluarga,” ujar Pratomo.

Dalam arahannya, Pratomo memberikan perhatian khusus terhadap fungsi Infokom. Menurutnya, masih terdapat sejumlah agenda PUK yang belum tersampaikan secara utuh kepada anggota.

Karena itu, ia mendorong adanya perbaikan bersama agar informasi mengenai berbagai aktivitas dan keputusan organisasi dapat diterima anggota secara faktual, cepat, dan utuh.

“Ujung tombak agar sesuatu yang dilakukan oleh PUK sampai ke tingkatan anggota salah satunya adalah Infokom, memberi informasi secara faktual dan secara cepat, supaya anggota juga mengerti dan memahami informasi secara cepat,” tegasnya.

Menurut Pratomo, komunikasi organisasi bukan sekadar mendokumentasikan kegiatan. Lebih dari itu, Infokom memiliki peran strategis untuk memastikan adanya keterhubungan antara aktivitas PUK dengan anggota.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan upskill tidak berhenti pada materi yang diberikan, tetapi dilanjutkan melalui praktik dan evaluasi secara berkelanjutan.

Pratomo juga mengaitkan penguatan kapasitas kader dengan kebutuhan organisasi di tingkat yang lebih luas. Dalam waktu dekat, FSPMI di Semarang dan Jawa Tengah akan menghadapi sejumlah agenda organisasi, termasuk agenda pilar dan persiapan Muscab PC SPAMK FSPMI pada Desember mendatang.

Ia mendorong kader-kader dari SAMI TF, khususnya yang berada di bidang Infokom dan pilar organisasi, untuk memiliki kesiapan apabila mendapatkan kepercayaan mendukung kepengurusan atau perangkat organisasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Harapan kami, kader-kader yang ada di Garda Metal, kader-kader yang ada di Infokom, nanti kalau diminta bantuan oleh perangkat menjadi kepengurusan, baik itu di tim Media Perjuangan Jawa Tengah maupun Media Perjuangan Semarang Raya, teman-teman bersedia dan support,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan sumber daya manusia dari SAMI TF penting sebagai bagian dari kontribusi PUK terhadap perkembangan organisasi FSPMI secara keseluruhan.

Ia berharap terdapat kerelaan dari kader untuk menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran ketika organisasi membutuhkan keterlibatan mereka.

Pratomo juga mengingatkan agar kegiatan Upskill Bidang VI tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Materi dasar mengenai teknik pengambilan gambar yang telah diberikan perlu dilanjutkan dengan praktik dan evaluasi agar kemampuan peserta benar-benar meningkat.

“Harapannya acara ini bukan hanya berhenti di sini, karena harus ada kesinambungan. Bukan hanya materi, tadi kita belajar basic bagaimana mengambil gambar yang baik. Harapannya besok ada praktik dan mungkin nanti ada evaluasi, supaya skill teman-teman benar-benar meningkat,” katanya.

Komitmen tersebut sejalan dengan program kerja Bidang VI yang telah disampaikan dalam Rakernik PUK. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas sekaligus pengadaan perlengkapan pendukung kerja Infokom dan media perjuangan.

Pratomo menyebut PUK telah berkomitmen untuk mengembangkan sarana pendukung tersebut.

“Insya Allah PUK sudah berkomitmen untuk meng-upgrade perlengkapan, entah itu kamera, drone, dan lain-lain. Semoga dana PUK memadai, sehingga peralatan-peralatan yang dibutuhkan di Infokom bisa segera terpenuhi dan menunjang kinerja Infokom lebih baik lagi,” ungkapnya.

Bagi Pratomo, pengembangan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan dukungan sarana. Dengan keterampilan yang terus diasah dan perlengkapan yang memadai, Infokom diharapkan mampu menjalankan fungsi komunikasi organisasi secara lebih optimal. (sup)