Said Iqbal , Dorong Reformasi Agraria Berpihak pada Petani
Indramayu, KPonlline-Presiden Partai Buruh sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal menyoroti besarnya potensi pertanian dan perikanan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Hal tersebut diungkapkan Said Iqbal dalam peringatan Hari Tani Nasional ke-66 yang digelar di Stadion Tridaya Indramayu, Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Undang-Undang Pengaturan Reformasi Agraria untuk Indonesia yang Adil, Makmur, dan Sejahtera”.
Dalam kesempatan tersebut, Said mengaku mendapatkan informasi langsung dari Bupati Indramayu Lucky Hakim mengenai posisi Indramayu sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar.
“Saya dapat informasi dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bahwa Indramayu merupakan kota nomor satu penghasil beras. Bahkan, sepuluh besar kota penghasil beras di dunia,” ujar Said.
Menurut Said, potensi besar yang dimiliki Indramayu seharusnya dapat memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya petani, buruh, dan nelayan.
Ia juga mengungkapkan hasil perbincangannya dengan Bupati Lucky Hakim. Menurut Said, terdapat keinginan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan.
“Setelah tadi saya berbincang-bincang dengan Bupati, dari matanya saya lihat ingin keberpihakan kepada rakyat, namun memiliki keterbatasan,” katanya.
Karena itu, Said mengajak masyarakat, khususnya kaum tani, buruh, dan nelayan, untuk tidak menggantungkan harapan kesejahteraan kepada pihak tertentu.
“Oleh karena itu, kita tidak bergantung kepada siapapun. Kita harus bergantung kepada tangan kita untuk merebut kesejahteraan kaum tani, buruh, dan nelayan,” tegasnya.
Said juga menilai Indramayu memiliki posisi strategis dalam sektor pertanian nasional. Ia menyebut Indramayu sebagai salah satu pusat pertanian terbesar di Indonesia, tetapi kondisi kehidupan petaninya dinilai masih menghadapi persoalan kesejahteraan.
“Saya datang ke sini, kita rebut kesejahteraan petani. Jawa Barat melalui Indramayu adalah kota petani terbesar di seluruh Indonesia. Namun, petaninya masih hidup miskin,” ujarnya.
Tak hanya sektor pertanian, Said juga menyoroti potensi perikanan Indramayu. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Bupati Lucky Hakim, Indramayu disebut berpotensi masuk dalam tiga besar daerah dengan produksi ikan terbesar.
“Bahkan terkait produksi ikannya, berdasarkan informasi dari Bupati, Indramayu mungkin kota tiga terbesar dalam produksi ikan,” kata Said.
Lebih lanjut, Said mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui pengesahan Undang-Undang Reformasi Agraria.
Kemudian kata dia, tantangan selanjutnya adalah memastikan kebijakan tersebut benar-benar diimplementasikan hingga tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu.
“Tugas kita saat ini yaitu Undang-Undang Reformasi Agraria terimplementasi di tingkat daerah, (termasuk) Indramayu. Dan UU Reformasi Agraria digunakan sebagai alat perjuangan,” pungkasnya.