Majalengka, KPonline – Transparansi keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban organisasi sekaligus upaya membangun kepercayaan anggota terhadap kepengurusan serikat pekerja. Sebagai bagian dari pelaksanaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), PUK SPAI-FSPMI PT Shoetown Ligung Indonesia menggelar konsolidasi laporan keuangan COS triwulan sekaligus memperingati hari jadi ke-6 pada Minggu, 18 Oktober 2026, bertempat di Kedai Rumah Anggur by Kisana, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota, koordinator lapangan (Korlap), pilar organisasi, jajaran kepengurusan, serta tamu undangan dari perangkat Pimpinan Cabang (PC) SPAI-FSPMI Kabupaten Majalengka. Acara dibuka dengan sambutan Ketua Panitia, Riyan Purnama, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi PUK SPAI-FSPMI PT Shoetown Ligung Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua PUK SPAI-FSPMI PT Shoetown Ligung Indonesia, Ade Taofiq Nurrochman, menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga pilar FSPMI di lingkungan PUK, yaitu Media Perdjoeangan, Garda Metal, dan Jamkeswatch. Ia juga menyampaikan rencana penambahan satu pilar organisasi, yakni Inkopbumi, dalam waktu mendatang. Keberadaan pilar-pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam menjalankan fungsi perjuangan, advokasi, informasi, dan pelayanan bagi anggota.
Selanjutnya, Yoga Firman Faozi selaku Bendahara PUK SPAI-FSPMI PT Shoetown Ligung Indonesia periode kepengurusan 2026–2029 memaparkan laporan keuangan COS untuk periode Juli hingga September 2026. Dalam pemaparannya, ia membacakan sekaligus menjelaskan rincian pengeluaran keuangan organisasi yang telah didokumentasikan dan dibagikan kepada seluruh anggota melalui grup komunikasi dalam bentuk berkas atau dokumen.
Penyampaian laporan keuangan secara terbuka ini bertujuan agar seluruh anggota dapat mengetahui penggunaan dana organisasi, baik untuk kegiatan yang telah dianggarkan secara tetap maupun kegiatan dengan anggaran tidak tetap. Melalui transparansi tersebut, anggota diharapkan dapat ikut mengawasi, memahami kondisi keuangan organisasi, serta menyampaikan pertanyaan apabila terdapat rincian yang memerlukan penjelasan. Dengan demikian, keterbukaan dan pertanggungjawaban keuangan dapat menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan, memperkuat solidaritas, dan menjaga keberlangsungan perjuangan organisasi.
Media Perdjoeangan Cirebon Raya
Kontributor Majalengka
Penulis: Jon Halomoan Siregar



