Morowali, KPonline – Harapan ribuan buruh di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kini tertuju pada tim perunding Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sedang berunding di Kendari (13/10/2026). Mereka menantikan hasil perjuangan yang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kesejahteraan pekerja, keselamatan dan kesehatan kerja sekaligus membangun hubungan industrial yang adil dan berimbang.
Ketua Umum PP SPLP FSPMI, Supriyanto, mengingatkan tim perunding agar berjuang semaksimal mungkin dalam memperjuangkan hak dan kepentingan buruh melalui perundingan PKB IMIP.
Menurutnya, perundingan ini bukan sekadar membahas pasal demi pasal dalam sebuah perjanjian. Lebih dari itu, PKB menjadi momentum penting untuk memperjuangkan kondisi kerja yang lebih baik, kesejahteraan yang layak, serta kepastian perlindungan bagi para pekerja.
Ribuan buruh di Morowali menaruh harapan besar kepada tim perunding yang mewakili serikat pekerja (13 Federasi) Karena itu, perjuangan tersebut harus dijalankan dengan kesungguhan, keberanian, solidaritas, dan komitmen untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas ego pribadi maupun kepentingan masing-masing serikat.

PKB yang baik bukan hanya menguntungkan satu pihak, melainkan menjadi kesepakatan yang memberikan kepastian hak dan kewajiban bagi pekerja maupun perusahaan. “Hubungan industrial yang sehat harus dibangun di atas prinsip keadilan, penghormatan terhadap hak pekerja, dan tanggung jawab bersama,” katanya
Kini, tugas besar berada di pundak tim perunding. Setiap pembahasan dan keputusan yang diambil akan menjadi bagian dari perjuangan untuk menjawab harapan para pekerja di kawasan industri nikel tersebut.
“Bagi ribuan buruh Morowali, PKB bukan sekadar dokumen kesepakatan. PKB adalah harapan tentang kesejahteraan, perlindungan, dan keadilan di tempat kerja. Karena itu, perjuangan tim perunding harus dilakukan secara maksimal, dengan tetap menjaga persatuan dan mengedepankan kepentingan seluruh buruh,” pungkasnya.