Cileungsi, KPonline-Usai Libur Panjang, Buruh PT. FIM Siapkan Perlawanan Terhadap Upah Murah di Awal 2026. Usai libur panjang pergantian tahun, aktivitas kerja kembali berjalan normal di awal Januari 2026. Momentum ini tidak hanya dimaknai dengan ucapan selamat tahun baru, namun juga menjadi penanda dimulainya kembali konsolidasi dan perlawanan kaum buruh terhadap kebijakan upah murah yang dinilai merugikan pekerja.
Sejalan dengan hasil rapat rutin pengurus Garda Metal PT Federal Izumi Manufacturing (FIM) yang digelar pada Minggu, 4 Januari 2026, semangat perjuangan buruh kembali ditegaskan. Isu pengupahan, khususnya upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) Jawa Barat, menjadi perhatian utama yang akan terus dikawal dalam setiap agenda pergerakan ke depan.
Pimpinan unit kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Mrtal Indonesia (FSPMI) PT. FIM secara tegas menyatakan kesiapan untuk mempersiapkan aksi perlawanan lanjutan yang direncanakan berlangsung pada Januari 2026 ini. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respon atas kebijakan pengupahan yang dinilai tidak mencerminkan keadilan dan kesejahteraan bagi kaum buruh.
Melalui konsolidasi internal dan penguatan komunikasi antar unsur organisasi, buruh PT. FIM menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak normatif pekerja. Perlawanan terhadap upah murah bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bagian dari perjuangan panjang demi menjaga marwah dan masa depan kaum buruh di Jawa Barat.