Bekasi, KPonline – Menulis berita bukan sekadar merangkai kata, tetapi membutuhkan proses, ketelitian, dan keberanian untuk menyampaikan fakta. Dengan memahami langkah-langkah sederhana, siapa pun bisa belajar menghasilkan tulisan yang mudah dipahami pembaca.
Hal tersebut disampaikan Yanto, yang akrab disapa Paman, selaku Koordinator Bidang Penulisan & Konten Kreatif Tim Media Perdjoeangan Bekasi, saat menyampaikan materi sesi pertama tentang penulisan dalam Pelatihan Dasar Jurnalistik Media Perdjoeangan Bekasi Batch 1, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Gedung KC FSPMI Bekasi, Jl. Yapink Putra No. 11, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Dalam pemaparannya, Yanto memperkenalkan rumus sederhana menulis yang dapat menjadi panduan bagi para peserta, khususnya kontributor pemula, untuk menghasilkan tulisan yang terstruktur dan mudah dipahami.
Rumus tersebut terdiri dari tujuh tahapan: Ide → Angle → Data → Draft→ Editing → Verifikasi → Publikasi.
Tahap pertama adalah menemukan ide melalui pengamatan terhadap peristiwa di sekitar dan segera mencatatnya agar tidak terlupakan. Selanjutnya, menentukan ‘angle’ atau sudut pandang yang spesifik dan relevan agar tulisan memiliki fokus yang jelas.
Pada tahap pengumpulan data, penulis harus berpegang pada unsur 5W+1H, yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Setelah data terkumpul, penulis mulai menyusun draf yang terdiri dari judul, lead atau paragraf pembuka, isi, dan penutup. Draf kemudian melalui proses penyuntingan untuk memeriksa ejaan, tanda baca, penggunaan singkatan, serta susunan kalimat.
Sebelum dipublikasikan, tulisan perlu diverifikasi dengan membaca ulang dari sudut pandang pembaca, sekaligus memastikan fakta dan informasi yang disampaikan akurat. Setelah seluruh tahapan dilalui, tulisan siap dipublikasikan agar dapat dibaca dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Sesi materi yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 08.15 hingga 10.15 WIB, ditutup dengan tanya jawab. Para peserta mendapat kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses penulisan jurnalistik.
Sebelum mengakhiri sesi, Yanto menyampaikan tiga pesan penting kepada para peserta. Pertama, dengan menulis, seseorang dapat lebih sering disebut dan dikenang melalui karya-karyanya. Kedua, jangan takut salah ketika menulis karena tulisan yang baik lahir melalui proses revisi. Ketiga, menulis merupakan keterampilan yang akan semakin terasah apabila terus dilatih.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan menulis tidak selalu berawal dari bakat, melainkan dapat tumbuh melalui kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi berlatih.
Melalui pelatihan ini, Media Perdjoeangan Bekasi berharap semakin banyak anggota FSPMI yang mampu menuangkan gagasan, mendokumentasikan perjuangan, serta menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab.
Sebagai informasi, Pelatihan Dasar Jurnalistik Media Perdjoeangan Bekasi Batch 2 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, bertempat di Gedung KC FSPMI Bekasi.