Puisi : Matahari Ku

Muram telah berlalu berganti dirimu di sisiku.
Kesedihan yang panjang yang besembunyi di balik puisi,
Kini hilang perlahan.
Matahari terbit lagi.

Sinaran mu menyapa ku lembut dengan kehangatan.
Mendamaikan jiwa menghantarkan hari dengan semangat bergelora.
Kau selimuti aku dengan kehangatan, hingga ku tak lagi gamang
Menghadapi dunia yang penuh dengan sandiwara.

Matahariku,
Ku dekap hangat mu hingga ke hati.
Dan ku jadikan hati senantiasa putih dan luas bak awan.
Untuk menemani dirimu menghias dunia agar menjadi lebih indah.

Kini pagiku ada dua matahari,
Satu terbit di ufuk timur,
Dan satu lagi bersinar dipelupuk matamu.
Jadilah teman hidup ku yang saling mengisi dan menguatkan.

Maryam Ete