Prospek PT. Prospek Manunggal Era Industri Yang Tidak Lagi Cerah.

  • Whatsapp
Beberapa kali tindakan represif dan profokatif yang dilakukan aparat dapat ditahan oleh itikad baik buruh ( foto: tim media jatim)

Mojokerto, KPOnline – Jeritan buruh yang tertindas oleh pengusaha semakin santer terdengar, pengusaha yang dengan bengisnya mengebiri hak buruh ditengah ekonomi yang semakin menjepit kian merajalela dan jumawa. Pemerintah dan aparaturnya seakan menutup mata atas realita rakyatnya.

Seperti yang dilaporkan kontributor tim media FSPMI Mojokerto, hari ini (08/04/2015) aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan buruh di PT. Prospek Manunggal Era Industri di lokasi Ngoro Mojokerto mencapai puncaknya. Aksi yang dimulai pukul 06.20 WIB dengan dibantu solidaritas dari rekan-rekan buruh se-jawa timur ini terlihat semarak dan meriah, semakin siang massa buruh terus berdatangan dan bertambah.

Beberapa kali tindakan represif dan profokatif yang dilakukan aparat dapat ditahan oleh itikad baik buruh namun seiring hari semakin panas dan tidak tercapainya kesepakatan dalam mediasi maka tensi aksi pun meninggi dan memanas, gesekan dan konfrontasi pun tak bisa terhindarkan.

Aksi represif aparat kepolisan terhadapa buruh PT. Prospek Manunggal Era Industri  ( foto : ipang)
Aksi represif aparat kepolisan terhadapa buruh PT. Prospek Manunggal Era Industri ( foto : ipang)

Tendangan dan pukulan yang dilakukan aparat untuk membubarkan massa dibalas dorongan dari barisan buruh untuk tetap bertahan di posisinya. Aparat yang kesulitan akhirnya menembakkan gas air mata namun tragisnya tembakan itu sengaja diarahkan ke bagian tubuh dari beberapa orang yang berada diatas mobil komando. Tak ayal, 3 orang buruh terluka terkena tembakan atau pecahan dari serpihan peluru. Suara makian dan kepulan asap gas airmata bercampur baur dengan teriakan, jeritan dan rintihan buruh-buruh perempuan yang lintang pukang menyelamatkan diri. Keganasan aparat pun tak terhenti sampai disitu, beberapa orang aparat naik ke atas mobil komando lalu menyeret turun koordinator aksi dan merampas kamera tim media. Ketegangan berakhir ketika masing-masing pihak melerai dan menarik diri untuk menahan emosi.

Sebenarnya aksi kali ini adalah akumulasi dari periode panjang perjuangan buruh PT. Prospek Manunggal Era Industri, semenjak pendirian Pengurus Unit Kerja pada tahun 2006 yang pengurusnya di-PHK sampai kasasi di Mahkamah Agung namun tidak bisa di eksekusi sampai saat ini, hingga kenaikan UMK tahun 2015 yang ditangguhkan sepihak oleh perusahaan.

Kronologi yang diterima oleh tim media bahwa mogok kerja yang telah dilakukan selama 2 bulan ini berawal ketika pihak pengusaha mengajukan keberatan pembayaran UMK Mojokerto tahun 2015 namun tidak melalui mekanisme penangguhan upah tetapi melalui jalur perundingan bipatrite dengan buruh. Ketika semua buruh sepakat untuk sementara dibayar di bawah nilai UMK demi kontinyuitas produksi perusahaan kemudian menunggu jawaban dari pihak perusahaan tetapi secara tiba-tiba management mengumumkan sepihak penutupan perusahaan (LockOut) tanpa alasan yang jelas dan tanpa pemberitahuan kepada buruh. Seluruh buruh pun dilarang bekerja pada hari itu juga.

Beberapa kali tindakan represif dan profokatif yang dilakukan aparat dapat ditahan oleh itikad baik buruh ( foto: tim media jatim)
Beberapa kali tindakan represif dan profokatif yang dilakukan aparat dapat ditahan oleh itikad baik buruh ( foto: tim media jatim)

Melihat tindakan management yang sewenang-wenang ini buruh mencoba melakukan upaya lobby dan mediasi dengan pihak-pihak terkait, namun ditengah upaya itu pihak perusahaan kembali berulah. Mereka mengeluarkan aset-aset perusahaan yang dijaga buruh di tenda perjuangan yang dirobohkan dengan memanfaatkan preman dan ormas bayaran dan kemudian perusahaan berproduksi lagi dengan mempekerjakan buruh yang mau di-PHK dan buruh yang dikontrak. Nota pemeriksaan yang dikeluarkan dari instansi ketenagakerjaan pun tidak berpihak pada buruh malah bertentangan dengan realita. Hal itulah yang memicu perlawanan buruh sehingga melakukan aksi mogok kerja.

Pada akhirnya demi mensiasati hukum dan buruh, prospek nan cerah PT Prospek Manunggal Era Industri pun harus pupus dan tenggelam seiring bergantinya nama perusahaan menjadi PT. Mutu Batu Alam Permata. Buruh pun semakin menjerit terjepit kebutuhan dan kenyataan. (ipang/anamRR)