Jakarta, KPonline – Marwah organisasi menjadi perhatian serius Pimpinan Pusat SPDT FSPMI menyusul beredarnya sebuah video yang memuat pernyataan bernada kebencian terhadap pengurus Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Persoalan tersebut ditanggapi dalam pertemuan yang berlangsung di Sekretariat PUK SPDT FSPMI PT Transportasi Jakarta, Senin (19/10/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SPDT FSPMI Saipul Anwar, bersama Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) FSPMI Jakarta Winarso, menyampaikan tanggapan atas video yang menjadi perhatian di lingkungan organisasi. Pernyataan yang beredar tersebut dinilai perlu disikapi secara serius, terutama karena menyangkut etika, penghormatan antarsesama, dan kehormatan organisasi.
Bagi organisasi, persoalan ini bukan sekadar tentang perbedaan pandangan, melainkan juga menyangkut etika, sikap saling menghormati, dan tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat. Perbedaan pilihan maupun afiliasi organisasi tidak seharusnya menjadi alasan untuk melontarkan pernyataan yang berpotensi merendahkan atau menyerang pihak lain.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga menyampaikan pentingnya mengambil sikap tegas agar tindakan serupa tidak kembali terjadi. Ia mengingatkan bahwa setiap pihak harus memahami batasan dalam menyampaikan pendapat serta tetap menghormati sesama, termasuk ketika terdapat perbedaan pandangan maupun kepentingan organisasi.
Sikap tegas ini diharapkan menjadi peringatan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap disertai tanggung jawab. Kritik dan perbedaan pendapat semestinya disampaikan secara bermartabat, bukan melalui pernyataan yang berpotensi memicu permusuhan atau merusak hubungan antarsesama pekerja.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal dan menjaga kehormatan organisasi. Seluruh jajaran diharapkan tetap tenang, solid, serta mengedepankan langkah yang terukur dalam menyikapi persoalan tersebut.
Marwah organisasi adalah tanggung jawab bersama. Solidaritas harus tetap terjaga, dan setiap persoalan harus disikapi dengan tegas, bijak, serta bertanggung jawab. (Ibrahim)