Gresik, KPonline – Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja Logam Pertambangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK SPLP FSPMI) PT Ume Sembada menggelar Rapat Kerja Unit Kerja (RAKERNIK) pada Jumat (13/02/2026).
Bertempat di Kedai Studio Kopi, Jalan Raya Sukomulyo, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, agenda ini menjadi momentum krusial bagi internal organisasi untuk memperkuat barisan.
Ketua PUK SPL FSPMI PT Ume Sembada, Mujaahidur Rohmah, hadir memimpin langsung jalannya acara didampingi jajaran pengurus lainnya. Pertemuan ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan wadah konsolidasi ideologi bagi seluruh anggota di tingkat perusahaan.
Salah satu poin utama dalam agenda ini adalah sosialisasi hasil Kongres VII FSPMI. Dalam laporannya, pengurus menyampaikan dinamika kepemimpinan di tingkat pusat, di mana Suparno, S.H. resmi terpilih sebagai Presiden FSPMI yang baru, menggantikan Riden Hatam Aziz, S.H. Pergantian ini diharapkan membawa angin segar sekaligus kesinambungan bagi perjuangan buruh di seluruh Indonesia, khususnya bagi sektor logam dan pertambangan di wilayah Gresik.
Di tengah dinamika hubungan industrial, pengurus memberikan catatan serius terkait penurunan militansi di kalangan anggota. Fenomena “meredupnya” semangat perjuangan menjadi bahan evaluasi mendalam.
Selain itu, kendala terkait pemenuhan kewajiban iuran anggota atau Check-off System (COS) turut dibahas secara terbuka. Pengurus menekankan bahwa COS adalah “nafas” organisasi yang memastikan roda perjuangan serikat pekerja tetap berputar demi membela hak-hak buruh.
Menatap masa depan, PUK SPLP FSPMI PT Ume Sembada telah menyusun langkah strategis, yakni pengawalan dan realisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Kesepakatan ini nantinya merupakan hasil negosiasi antara serikat pekerja dengan manajemen PT. Ume Sembada yang berlokasi di Jl. Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Randuagung, Kebomas.
“PKB adalah konstitusi tertinggi di perusahaan. Realisasinya harus dikawal bersama agar tercipta keseimbangan kesejahteraan bagi pekerja dan produktivitas perusahaan, pengawalan PKB adalah agenda yang sangat krusial bagi kita karena dengan PKB hubungan industrial antara pengusaha dan pekerja bisa sejalan bersama-sama tanpa harus mengesampingkan apa yang menjadi hak pekerja” ujar ketua PUK.
Melalui RAKERNIK ini, diharapkan seluruh anggota kembali merapatkan barisan, menyatukan semangat dan memperkuat militansi, mengingat tantangan ketenagakerjaan di masa depan akan semakin kompleks.
(Junaidi)