Nongkrong Bareng Caleg DPRD Kab. Deli Serdang Willy Agus Utomo

  • Whatsapp
Willy Agus Utoma dan relawan WAU.

Deli Serdang, KPonline – Kedatangan redaksi Media Perdjoeangan sore tak diduga oleh Willy Agus Utomo dan tim sukses yang menamakam dirinya SAHABAT WAU (sahabat Willy Agus Utomo) yang lagi santai berdiskusi ringan di halaman Kantor Dewan Pimpinan Wilaya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI SUMUT), Jum’at (21/9/2018).

Sebagaimana diketahui kesibukan Willy Agus Utomo atau yang biasa dipanggil WAU akhir-akhir ini sangat padat, mulai dari mengurusi kegiatan FSPMI secara Provinsi dan Nasional sampai kegiatan melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang membesarkan komunitas WAU yang bertujuan membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama. 

Bacaan Lainnya

Dengan sangat kebetulan, setelah mendengar kepulangan WAU dari kegiatan FSPMI di Pulau Bali, Tim Media Perdjoeangan Sumut sore itu berkunjung ke Kantor DPW FSPMI Prov. SUMUT yang beralamat di Jl. Medan Tanjung Morawa Km 13,1 Gang Dwi Warna, Bangun Sari Kec. Tanjung Morawa, Kab. Deli serdang Prov. Sumatera utara untuk wawancara terkait Biografi dan perjuangan WAU yang juga merupakan Ketua DPW FSPMI Prov. Sumut saat ini dan kedepannya.

“Sore itu WAU lagi nongkrong diskusi dan ngopi bareng tim Sahabat WAU di halaman kantornnya. Beliau terkejut karena kedatangan kita yang tidak memberi kabar atau terjadwal,” tutur Afriyansyah selaku Kordinator Media Perdjoeangan yang sore itu ingin melakukan wawancara tentang Biografi dan perjuangan kedepan WAU. 

Didampingi Ketua tim SAHABAT WAU, saudara sepupu dan sahabat karib dimasa WAU merintis karir menjadi aktivis buruh tersohor yang sampai saat ini masih terkenal dengan si raja mogok dari Sumatera Utara yang lagi sanyai berdiskusi ringan langsung di wawancarai oleh tim Media Perdjoeangan.

Sore itu WAU yang perpenampilan santai dengan menggunakan kaos berwarna putih dan berkacamata hitam itu memaparkan kisah hidupnya dari mulai kelahiran beliau ke Dunia sampai dengan sampai hari ini yang tanpa henti berjuang.

“Saya lahir di Tanjung Morawa 7 Agustus 1983, anak pertama dari 5 bersaudara, ayah saya meninggal saat saya masih kecil sekali,” ia memulai kisahnya.

Hal tersebut membuyarkan cita-cita saya yang saat itu ingin menjadi ustad, hingga sewaktu saya tamat dari Sekolah Lanjutan Tahap Pertama (SMP) saya tidak melanjutkan sekolah dan terpaksa harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

Saya menjadi pekerja dibawah umur pada saat itu. Hal tersebut menjadi awal saya mengenal perjuangan.

Dipercayai menjadi Ketua Pimpinan Unit Kerja disalah satu Serikat Buruh di Provinsi Sumatera Utara membuat saya berhasil memperjuangan kesejahteraan anggota dan pekerja lainnya yang dulunya sangat tertindas. Dengan keberhasilan tersebut saya kembali dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Kab. Deli Serdang dari serikat pekerja yang berbeda.

Pada akhirnya tepatnya ditahun 2010 setelah melewati 7 tahunan menjadi pengurus serikat buruh lokal, saya memilih bergabung bersama FSPMI yaitu organisasi serikat buruh yang bertarap Nasional bahkan Internasional, saya dipercayai menjadi Sekretaris DPW yang di ketuain oleh teman saya bung Minggu Saragih saat itu.

Saya melanjutkan sekolah saya yang sempat terputus dengan mengikuti program pemerintah yaitu Paket C sembari bekerja dan full diorganisasi memperjuangkan Buruh dan keluarganya. Dengan begitu saya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi atau menjadi mahasiswa salah satu Universitas di Kota Medan, yang perlu diketahui adalah berjanjutnya sekolah saya mulai dari paket C dan melanjutkan ke Universitas itu dibantu oleh salah satu sahabat saya yang tak perlu saya ucapkan namanya. Beliau sangat membantu saya.

Ditahun 2016 saya kembali lagi dipercaya untuk duduk menjadi Ketua DPW FSPMI Sumut setelah Ketua terdahulu yaitu bung Minggu Saragih menerima kelulusan menjadi Hakim Ad hoqq di Pengadilan Tinggi di Kota Medan. Bukan hanya itu, masih ada kelanjutannya dong.

Pada tahun ini tepatnya tahun 2018 saya juga lulus menjadi advokat setelah mengikuti pendidikan dan ujian disalah satu KPA dikota medan. Dan kini saya juga di utus oleh organisasi untuk bertarung ditahun 2019 maju mencalonkan diri menjadi DPRD tingkat dua Kab. Deli Serdang, padahal saya tidak pernah berfikir untuk maju atau mencalonkan diri berjuang di DPRD, tetapi karena intruksi Organisasi dan saya yang mencintai Organisasi, mematuhi intruksi Organisasi akan tetap memikul perintah organisasi.

Sama sekali tidak ada obsesi untuk ditahun 2019 ini” begitulah sedikit singkat penjelasan WAU tentang perjalanan perjuangannya sampai saat ini (lebih lengkap kunjungi Facebook Koran Perdjoeangan Sumut dan You Tube Abuy Alhaqq Rabbani).

Sebelumnya, Media Perdjoeangan juga mewawancarai Hidayat ketua tim Sahabat WAU dan Nanang Sahabat karib WAU selama bekerja di Perusahaan terkait kedekatan dan bagaimana sosok WAU dimata teman-teman dekat. Diketahui bahwa WAU masih tercatat sebagai buruh di PT. Panji Wira sampai hari ini, masih juga aktif di pergerakan kesejahteraan buruh menjadi Ketua DPW di FSPMI SUMUT.

WAU sendiri maju mencalonkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang melalui Partai Gerindra, Nomor urut 6 dengan Daerah Pemilihan (DAPIL) 2 yaitu Tanjung Morawa, Bangun Purba, Gunung Meriah, STM Hilir dan STM Hulu.

Pos terkait