Di zaman sekarang, pernikahan sering kali diukur dari tampilan luar yang mewah dan glamor. Namun, nilai sebuah rumah tangga tidak ditentukan oleh kemewahan, tapi oleh arah yang sama antara pasangan. Arah yang sama itu artinya dua orang ini punya tujuan yang sejalan, yaitu membangun rumah yang Allah ridhoi.
Sejatinya, pernikahan adalah tentang kebersamaan yang sehat, bukan tentang kemewahan. Banyak pasangan sederhana yang hidupnya tidak glamor, tapi hatinya damai. Mereka mungkin makan biasa, tinggal di tempat yang sederhana, perabot seadanya, dan tidak punya banyak hal untuk dipamerkan. Tapi mereka punya satu hal penting: kebersamaan yang sehat.
Ayat dalam QS. Ar-Rum: 21 menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan agar kita cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Tenteram itu tidak identik dengan mewah, tapi lahir dari rasa aman, komunikasi yang baik, kejujuran, dan saling memahami.
Jangan terlalu silau pada standar dunia. Jangan minder jika hidupmu belum mewah. Selama kalian masih sama-sama menata arah, masih sama-sama mendekat kepada Allah, rumah tangga itu tetap punya pondasi yang kuat.
Karena pada akhirnya, yang membuat pernikahan bertahan bukan kemewahan, tapi kesepakatan batin untuk berjalan ke arah yang benar. Dan arah terbaik dalam rumah tangga adalah arah yang membawa dua hati makin dekat kepada Allah. (Yanto)