Mengenang Almarhum Sujai: Pesan Mendalam Arsha tentang Amanah, Akidah, dan Integritas di Global Training PUK SAI

Mengenang Almarhum Sujai: Pesan Mendalam Arsha tentang Amanah, Akidah, dan Integritas di Global Training PUK SAI

Batu Malang, KPonline-Suasana haru dan penuh makna menyelimuti ruangan Global Training yang diselenggarakan Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. SAI di Horison Trunojoyo Hotel Batu, Malang.

Di tengah sesi penguatan organisasi yang penuh makna ini, salah satu momen paling emosional hadir saat bendahara umum PUK SPAMK FSPMI PT SAI Arsha mengajak para peserta mengenang kembali sosok Sujai, salah satu pengurus PUK SAI yang telah berpulang mendahului kita semua.

Mengenang almarhum Sujai bukan sekadar mengenang seorang kawan seperjuangan yang telah mendahului, melainkan menjadi refleksi batin yang kuat bagi seluruh kader. Dari keteladanan almarhum, Arsha mengingatkan para peserta untuk kembali meluruskan niat awal saat bergabung di serikat pekerja.

Bergabung di PUK SAI bukanlah jalan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan wadah pengabdian. Sebab, diakui atau tidak, menjaga amanah organisasi bukanlah hal yang mudah butuh ketulusan, pengorbanan, dan konsistensi tinggi di tengah berbagai dinamika.

Lebih lanjut, Arsha menegaskan bahwa perjuangan buruh yang kokoh harus dilandasi oleh fondasi moral yang kuat. Penanaman nilai agama (akidah) menjadi kunci utama agar setiap kader memiliki benteng batin dalam menghadapi berbagai tekanan dan godaan di lapangan. Nilai agama berfungsi sebagai kompas moral agar langkah perjuangan serikat tetap jujur, lurus, dan tidak menghalalkan segala cara.

Pesan pengingat tersebut juga diarahkan pada hal-hal mendasar yang sering kali diabaikan, yakni ketegasan dalam menghindari gratifikasi, mulai dari hal-hal yang kecil.

Arsha mengingatkan bahwa suap atau pemberian di luar ketentuan sering kali bermula dari hal sepele seperti bingkisan kecil atau jamuan tertentu. Jika celah pada hal-hal kecil ini dibiarkan, seseorang akan mudah terbiasa dan terjerumus pada pelanggaran integritas yang lebih besar. Oleh karena itu, menjaga marwah dan kepercayaan anggota harus dimulai dari membersihkan diri dari gratifikasi sekecil apa pun.