Jakarta, KPonline-Buruh di Indonesia memiliki fokus utama pada perjuangan hak-hak mereka, namun isu posisi Polri juga menjadi perhatian mereka. Mereka memilih agar Polri tetap dibawah Presiden, bukan dibawah Kementrian, karena khawatir akan berdampak pada demokrasi dan ruang gerak rakyat.
Menurut mereka, jika Polri dibawah Kementrian, maka akan ada risiko politisasi aparat dan penyempitan kebebasan sipil. Buruh khawatir bahwa hal ini akan berdampak pada perjuangan dan membuat mereka lebih rentan terhadap penindasan.
Dukungan buruh terhadap posisi Polri dibawah Presiden bukan berarti mereka lupa akan masa lalu, ketika Polri digunakan sebagai alat penindasan terhadap gerakan buruh. Namun, mereka ingin memastikan bahwa aparat tidak dipolitisasi dan tetap dibawah kontrol sipil.
Buruh juga khawatir bahwa jika Polri di bawah Kementrian, maka akan ada risiko penyalahgunaan kekuasaan dan penindasan terhadap rakyat. Mereka ingin memastikan bahwa Polri tetap menjadi aparat yang profesional dan tidak digunakan sebagai alat politik.
Dalam konteks ini, buruh memilih untuk mendukung posisi Polri dibawah Presiden, karena mereka percaya bahwa ini akan membantu memastikan demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa dukungan buruh terhadap posisi Polri dibawah Presiden tidak berarti bahwa mereka tidak kritis terhadap kinerja Polri. Mereka tetap akan memperjuangkan hak-hak mereka dan menuntut Polri untuk menjadi aparat yang profesional dan tidak memihak.
Dalam perjuangan ini, buruh berharap bahwa pemerintah dan DPR akan mempertimbangkan aspirasi mereka dan memastikan bahwa Polri tetap di bawah kontrol sipil.
Dengan demikian, buruh dapat memperjuangkan hak-hak mereka dengan lebih efektif dan memastikan bahwa demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia tetap terjaga.
Buruh juga berharap bahwa Polri akan menjadi aparat yang profesional dan tidak digunakan sebagai alat politik. Mereka ingin memastikan bahwa Polri tetap menjadi penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan menjadi alat penindasan.
Dalam konteks ini, buruh akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dan menuntut Polri untuk menjadi aparat yang profesional dan tidak memihak.
Dukungan buruh terhadap posisi Polri di bawah Presiden merupakan bagian dari perjuangan mereka untuk memastikan demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.