Menagih Janji Prabowo yang Katanya Ingin Hapus Outsourcing

Menagih Janji Prabowo yang Katanya Ingin Hapus Outsourcing
Prabowo Subianto Hadiri Peringatan May Day di Monas, Jakarta. Foto: Media Perdjoeangan | foto by Edo

Purwakarta, KPonline-Pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2025 menjadi sorotan luas kalangan pekerja. Dihadapan ratusan ribu buruh dari berbagai federasi serikat pekerja/ serikat buruh dari empat konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Prabowo menyampaikan janji untuk menghapus sistem outsourcing.

Dalam pidatonya pada 1 Mei 2025, Prabowo secara tegas menyatakan komitmennya untuk menghapus praktik outsourcing yang selama ini dianggap merugikan pekerja. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai hadiah bagi kaum buruh.

Namun, dibalik pernyataannya itu, sistem outsourcing hingga kini tak kunjung dihapus. Karena itu, janji tersebut mulai ditagih oleh kalangan buruh. Khususnya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berafiliasi dengan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Aksi unjuk rasa pun akan digelar FSPMI-KSPI di depan Gedung DPR RI dalam perayaan May Day 2026 untuk menuntut realisasi janji Prabowo di Mayday 2025 tersebut.

Bagi banyak pekerja, outsourcing bukan sekadar sistem kerja, tetapi simbol ketidakpastian. Kontrak jangka pendek, minimnya jaminan sosial, hingga sulitnya menjadi karyawan tetap.

Singkatnya, wacana penghapusan outsourcing masih berada pada posisi tidak ada kejelasan.

Dan bagi kaum buruh, May Day 2025 saat itu bukanlah sekadar seremoni belaka, melainkan momentum lahirnya harapan baru. Namun harapan itu kini tak kunjung datang dan hanya sekadar retorika panggung politik yang berujung kebohongan.