PELALAWAN,KPonline —Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Perkebunan dan Kehutanan (SPPK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Asian Agri menyayangkan ketidakhadiran manajemen PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Ukui dan Kebun Sei Lala (KSL) dalam pertemuan bipartit pertama yang dijadwalkan pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Cloud House (CH), Perumahan Staf.
Pertemuan bipartit tersebut berkaitan dengan persoalan dispensasi anggota PUK SPPK FSPMI PT Asian Agri yang mengikuti kegiatan penanaman pohon di Kabupaten Siak pada Sabtu, 10 Oktober 2026, atas undangan Polda Riau.
Kegiatan penanaman pohon tersebut diikuti sebagai bentuk partisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Namun, persoalan muncul ketika anggota serikat pekerja yang mengikuti kegiatan tersebut dipermasalahkan terkait ketidakhadiran mereka di tempat kerja, meskipun sebelumnya telah diajukan surat dispensasi.
PUK SPPK FSPMI PT Asian Agri menilai persoalan ini perlu dibahas melalui mekanisme perundingan bipartit agar terdapat kejelasan dan penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Ketidakhadiran manajemen PT IIS Kebun Ukui dan KSL dalam pertemuan pertama membuat perundingan belum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
PUK SPPK FSPMI PT Asian Agri berharap manajemen kedua kebun dapat menghadiri pertemuan bipartit kedua yang dijadwalkan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kehadiran manajemen dinilai penting untuk membuka ruang dialog, memberikan penjelasan atas persoalan yang dipermasalahkan, serta mencari penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PUK SPPK FSPMI PT Asian Agri menegaskan bahwa penyelesaian melalui dialog dan perundingan merupakan langkah yang perlu diutamakan agar persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara baik dan profesional.
Organisasi serikat pekerja berharap pertemuan bipartit kedua dapat terlaksana dengan kehadiran kedua belah pihak sehingga persoalan dispensasi anggota yang mengikuti kegiatan penanaman pohon di Siak dapat dibahas secara terbuka dan memperoleh penyelesaian yang jelas.