Bekasi, KPonline – Konvensi Perempuan FSPMI Ke-5, bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan alat bagi anggota perempuan untuk membangun jaringan solidaritas antar-sektor industri, (07/02/26).
Terselenggara setiap 5 tahunan, dalam kegiatan ini ditekankan tak hanya memantapkan kader perempuan, memastikan masalah spesifik pada pekerja perempuan, terkait diskriminasi ditempat kerja, (seperti ruang laktasi,hak normatif : cuti haid, dan K3 yang responsif gender) bisa teratasi.
Mundiah, Vice Presiden FSPMI Bidang Perempuan menyampaikan bahwa FSPMI sudah memiliki kaderisasi 300 orang disemua jajaran, mulai dari PUK, PC, PP sampai tingkat DPP.
Mundiah menambahkan juga bahwa, sudah banyak yang mampu untuk menjadi pimpinan perempuan.
“Aktivis perempuan siap bergerak, bukan hanya dari internal FSPMI tetapi untuk seluruh pekerja secara umumnya.”
Ia menekankan DPP FSPMI dalam hal ini melalui departemen perempuan memberikan pengesahan slogan Bergerak, Berjuang Bermartabat menjadi simbol Perempuan FSPMI.
Kami juga meminta rekomendasi dari DPP, untuk memberikan ruang dalam keterlibatan perempuan sesuai bidangnya baik di bidang seni, hukum, bahkan pendidikan.
Dalam konvensi perempuan ini, selain deklarasi akan lebih intens membahas tentang issue perempuan dalam talk show bersama Komnas perempuan dan kementerian pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak tentang Ratifikasi C190.
(Mia)



