Bogor, KPonline – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, PUK SPAI FSPMI PT Kreasi Mas Indah menggelar kegiatan konsolidasi pada 15 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman salah satu pengurus, Ridwan, di Kp. Balandongan RT 07/03, Kecamatan Caringin, Bogor. Konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi, mempererat kebersamaan, serta menyatukan langkah perjuangan antara pengurus dan anggota.
Acara dihadiri jajaran pengurus dan anggota PUK. Turut hadir Sekretaris Pimpinan Cabang, Alan Jaelani, yang menyampaikan berbagai aspirasi serta keluh kesah anggota terkait sejumlah persoalan internal. Diskusi berlangsung terbuka dan dinamis dengan semangat musyawarah demi tercapainya kesepahaman bersama.
Beberapa isu strategis menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya terkait sistem (aplikasi) Pro In dalam manajemen perusahaan, kelanjutan kebijakan insentif, serta tuntutan kenaikan uang kehadiran yang dinilai belum mengalami penyesuaian sejak tahun 2008. Selain itu, anggota juga menyoroti persoalan tunjangan operator yang diharapkan dapat menjadi perhatian serius manajemen.
Dalam arahannya, Sekretaris Pimpinan Cabang, Ridwansyah, menegaskan bahwa setiap hak pekerja harus diperjuangkan secara konsisten dan terorganisir. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan organisasi dan menjaga soliditas perjuangan.
Menurutnya, proses perjuangan tidak hanya membutuhkan strategi yang matang, tetapi juga konsentrasi, fokus, dan mental yang kuat. Keselarasan komitmen antara pengurus dan anggota menjadi kunci agar setiap langkah organisasi berjalan efektif, terarah, dan menghasilkan capaian nyata.
Kegiatan konsolidasi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi forum diskusi dan penyampaian aspirasi, acara ini juga mempererat tali silaturahmi antaranggota. Semangat persatuan dan solidaritas tampak nyata dalam setiap rangkaian kegiatan.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan makan bersama nasi liwetan sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan dalam menyambut Ramadan. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh solidaritas serta menambah semangat juang seluruh anggota dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.



