Bogor, KPonline-Gelombang Perlawanan buruh memanas. Dimana dugaan union busting dan pelanggaran hak pekerja di PT. Immortal Cosmedika Indonesia telah memicu konsolidasi akbar yang digelar oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Immortal Cosmedika Indonesia pada Minggu (29/3/2026) di Aula Kusuma Situ Rawa Kalong.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Kabupaten/Kota Bogor sebagai bentuk respons serius terhadap kondisi ketenagakerjaan yang dinilai semakin memanas di perusahaan.
Situasi memuncak setelah muncul berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Immortal Cosmedika Indonesia, mulai dari mutasi sepihak terhadap pekerja hingga kebijakan upah yang disebut berada di bawah standar UMK. Kondisi ini memicu keresahan luas di kalangan buruh dan anggota serikat.
Tak hanya itu, isu pemotongan upah secara sepihak turut memperkeruh suasana. Para pekerja menilai kebijakan tersebut dilakukan tanpa transparansi dan tanpa kesepakatan bersama, sehingga dianggap merugikan dan melanggar hak normatif tenaga kerja.
Puncak kemarahan terjadi saat Ketua PUK, Muhamad Ali, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak. Langkah ini diduga kuat sebagai bentuk union busting atau upaya pemberangusan serikat pekerja yang semakin mempertegang situasi.
Dalam konsolidasi tersebut, PUK bersama Pimpinan Cabang sepakat untuk tidak tinggal diam. Mereka secara resmi melaporkan berbagai dugaan pelanggaran tersebut ke Dinas Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah 1 Bogor agar segera dilakukan investigasi dan penindakan sesuai hukum yang berlaku.
Ketua Pimpinan Cabang, Teti Supianti, menegaskan bahwa perjuangan buruh akan terus berlanjut hingga keadilan ditegakkan. Ia juga menyampaikan bahwa aksi unjuk rasa besar tengah dipersiapkan sebagai bentuk tekanan kepada pihak perusahaan.
Rencana aksi tersebut saat ini masih dalam tahap koordinasi antara PUK, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Pusat SPAI FSPMI. Namun, sinyal perlawanan sudah semakin kuat, dan gelombang aksi diperkirakan akan segera mengguncang lingkungan perusahaan.
Konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi buruh untuk memperkuat solidaritas dan menyatukan barisan. Dengan semangat kolektif, para pekerja menegaskan komitmennya untuk melawan segala bentuk ketidakadilan dan memperjuangkan hak-hak mereka hingga titik akhir.