Jakarta,KPonline— Komite Politik Nasional (KPN) menyatakan solidaritas penuh kepada Republik Bolivar Venezuela dan mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai serangan militer ilegal Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan KPN dalam pernyataan resmi yang diterima pada Senin (5/1/).
Menurut KPN, pada 3 Januari 2026 Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump diduga melancarkan serangan militer ke wilayah Venezuela serta mengklaim telah menangkap Presiden Nicolás Maduro secara sepihak. KPN menilai tindakan tersebut sebagai bentuk agresi militer yang melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.
“Serangan ini merupakan pelanggaran brutal terhadap kedaulatan nasional, integritas teritorial, dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Ini adalah bentuk terorisme negara dan intervensi militer langsung yang tidak dapat diterima,” demikian bunyi pernyataan KPN.
Dalam sikap resminya, KPN menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Venezuela yang sah dan konstitusional di bawah kepemimpinan Presiden Nicolás Maduro, Wakil Presiden Eksekutif Delcy Rodríguez, serta seluruh institusi negara yang dinilai tengah menghadapi agresi asing. KPN juga mendukung langkah-langkah pemerintah Venezuela dalam mempertahankan kedaulatan dan melindungi rakyatnya.
Selain itu, KPN menyerukan kepada Pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk menolak segala bentuk intervensi asing terhadap Venezuela. Mereka juga mendorong adanya mobilisasi solidaritas global untuk menghentikan agresi serta mendukung penyelesaian damai yang menghormati kedaulatan nasional Venezuela.
“Kami menyerukan kepada partai politik, serikat buruh, dan organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia untuk menggelar aksi solidaritas, termasuk di depan kedutaan besar Amerika Serikat dan di pusat-pusat kota,” lanjut pernyataan tersebut.
KPN menegaskan bahwa serangan terhadap Venezuela merupakan ancaman serius terhadap prinsip kedaulatan dan hukum internasional. Menurut mereka, agresi terhadap satu bangsa merupakan ancaman bagi seluruh perjuangan global menuju dunia yang adil dan bebas dari intervensi asing.
Pernyataan tersebut ditutup dengan seruan “Hentikan Agresi AS” serta penegasan dukungan terhadap solidaritas internasional bagi Venezuela.
