Purwakarta, KPonline-Ungkapan siapa yang menguasai media, dia akan menguasai dunia kembali terasa nyata. Sejak Jumat pagi, (23/1/2026) akun YouTube FSPMI Official dan Pijar Partai Buruh dilaporkan tidak dapat diakses. Hilangnya dua kanal tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan buruh dan pegiat gerakan rakyat pekerja. Khususnya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Partai Buruh.
Kedua kanal YouTube itu selama ini dikenal sebagai media informasi dan alat perjuangan rakyat pekerja. Melalui tayangan, diskusi, dan siaran langsung, YouTube FSPMI Official dan Pijar (Partai Buruh) menjadi ruang alternatif bagi buruh untuk menyuarakan tuntutan hidup layak, kesejahteraan, serta keadilan sosial yang kerap luput dari sorotan media arus utama.
Tidak dapat diaksesnya dua kanal tersebut diduga bukan sekadar persoalan teknis. Banyak pihak, baik itu kalangan rakyat pekerja maupun masyarakat pada umumnya menilai ada unsur kesengajaan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak menyukai perjuangan rakyat pekerja dalam menuntut kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.
Fuad BM, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Purwakarta menilai peristiwa ini sebagai sinyal bahwa gerakan buruh semakin diperhitungkan. βIni tanda banyak yang tidak senang FSPMI dan Partai Buruh berkembang. Cara-cara licik seperti ini menunjukkan ketakutan mereka terhadap kekuatan rakyat pekerja,β ujarnya.
Menurutnya, serangan terhadap media perjuangan buruh justru membuktikan bahwa suara pekerja mulai memiliki pengaruh besar. Media bukan sekadar alat penyebar informasi, melainkan juga sarana membangun kesadaran, persatuan, dan kekuatan kolektif kelas pekerja.
Meski kanal YouTube tersebut belum dapat diakses kembali, Fuad menegaskan, semangat perjuangan buruh disebut tidak akan surut. “Rakyat pekerja diyakini akan terus mencari cara untuk menyampaikan aspirasi dan melawan segala bentuk upaya pembungkaman,” ungkapnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi dan hak untuk menyuarakan kepentingan rakyat pekerja masih harus terus diperjuangkan. Ketika media perjuangan diserang, solidaritas dan konsistensi gerakan menjadi kunci agar suara buruh tetap hidup dan tidak bisa dibungkam.