Kenali AED, Alat Penyelamat Nyawa Saat Henti Jantung Mendadak

Kenali AED, Alat Penyelamat Nyawa Saat Henti Jantung Mendadak

Bekasi, KPonline – Dalam kondisi henti jantung mendadak, setiap detik sangat berharga. Kecepatan memberikan pertolongan dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Departemen K3 dan 6S PT Marsol Abadi Indonesia memasang AED (Automated External Defibrillator) di lingkungan perusahaan yang beralamat di Kawasan EJIP Plot 9 H, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi pada Senin, 28/9/2026

Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan AED merupakan perangkat medis portabel yang berfungsi menganalisis irama jantung dan, apabila diperlukan, memberikan kejutan listrik untuk membantu mengatasi gangguan irama jantung tertentu yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

AED dapat digunakan dengan cepat sambil menunggu bantuan medis profesional tiba. Perangkat ini umumnya dilengkapi panduan suara dan visual yang memberikan instruksi langkah demi langkah kepada penolong.

Dengan demikian, pengguna tidak harus merupakan tenaga medis untuk dapat mengoperasikan AED, selama mengikuti petunjuk alat dan memperhatikan keselamatan korban maupun penolong.

Dalam situasi darurat, beberapa langkah dasar yang perlu dilakukan antara lain:

Pertama, pastikan lokasi aman. Jangan langsung mendekati korban sebelum memastikan tidak terdapat bahaya di sekitar.

Kedua, periksa respons korban. Panggil atau tepuk korban untuk mengetahui apakah masih memberikan respons. Periksa juga apakah korban bernapas secara normal.

Ketiga, segera minta bantuan. Hubungi layanan darurat medis, seperti 119, dan minta orang lain mengambil AED jika tersedia.

Keempat, nyalakan AED. Buka penutup dan aktifkan perangkat. Selanjutnya, ikuti seluruh instruksi suara atau visual yang diberikan.

Kelima, pasang bantalan elektroda. Buka pakaian bagian dada korban dan pastikan permukaan dada dalam kondisi kering. Tempelkan bantalan pada posisi sesuai gambar petunjuk yang terdapat pada AED.

Jika korban menggunakan alat pacu jantung atau pacemaker yang terlihat sebagai tonjolan di bawah kulit, bantalan AED jangan ditempel tepat di atas perangkat tersebut.

Setelah bantalan terpasang, AED akan menganalisis irama jantung korban. Pada tahap ini, jangan menyentuh korban agar proses analisis dapat berlangsung dengan benar.

Apabila AED menyatakan bahwa kejutan listrik diperlukan, pastikan tidak ada seorang pun yang menyentuh korban. Tekan tombol kejut hanya ketika perangkat memberikan instruksi untuk melakukannya.

Setelah kejutan diberikan, segera ikuti instruksi AED dan lanjutkan Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR) sesuai petunjuk, hingga korban menunjukkan tanda-tanda kehidupan atau bantuan medis mengambil alih.

Keberadaan AED di lingkungan kerja menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, terutama di tempat dengan aktivitas pekerja yang tinggi.

Pemasangan AED oleh Departemen K3 dan 6S PT Marsol Abadi Indonesia menunjukkan pentingnya kesiapan menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja. Namun, AED bukan pengganti tenaga medis. Penggunaannya tetap perlu disertai dengan aktivasi layanan darurat dan pertolongan pertama sesuai kondisi korban.

Dalam kondisi henti jantung mendadak, jangan menunggu. Pastikan keselamatan, segera minta bantuan, lakukan RJP bila diperlukan, dan gunakan AED apabila tersedia.

Karena dalam kondisi darurat, beberapa menit pertama bisa menjadi sangat berarti bagi keselamatan seseorang.