Bogor, KPonline-Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten/Kota Bogor resmi mengeluarkan instruksi aksi unjuk rasa kepada seluruh jajaran organisasi dan anggota. Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor 0226/KC FSPMI/BOGOR/XII/2025 tertanggal 26 Desember 2025, sebagai tindak lanjut atas surat instruksi DPW FSPMI Jawa Barat.
Dalam surat tersebut, KC FSPMI Bogor menginstruksikan pengurus KC, PC, PUK, serta pilar organisasi seperti Garda Metal, Media Perjoeangan, dan Jamkeswatch FSPMI Bogor untuk turut serta dalam aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025. Aksi dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi di Istana Negara RI, Jalan Veteran I No. 17, Gambir, Jakarta Pusat.
Aksi ini menargetkan partisipasi sekitar 30 persen anggota dari tiap-tiap PUK, termasuk pengurus KC, PC, PUK, dan pilar organisasi. Seluruh peserta aksi diwajibkan menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi menuju lokasi aksi.
Adapun tuntutan utama dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah mendesak revisi Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tahun 2026. KC FSPMI Bogor menilai kebijakan yang telah ditetapkan belum mencerminkan keadilan dan kebutuhan riil buruh di Jawa Barat, khususnya di wilayah Bogor.
Ketua KC FSPMI Kabupaten/Kota Bogor, Komarudin, menegaskan bahwa instruksi aksi ini merupakan bentuk konsistensi perjuangan serikat pekerja dalam mengawal kebijakan pengupahan agar berpihak kepada kaum buruh. “Aksi ini adalah langkah nyata untuk memastikan hak-hak buruh tidak diabaikan dan keputusan yang diambil pemerintah benar-benar mencerminkan rasa keadilan,” ujarnya.
KC FSPMI Bogor juga telah menyampaikan tembusan surat kepada pimpinan perusahaan terkait sebagai pemberitahuan sekaligus permohonan dispensasi bagi anggota yang mengikuti aksi, serta kepada DPP FSPMI, DPW FSPMI Jawa Barat, Pangkorwil Garda Metal FSPMI Bogor, dan arsip organisasi.
Dengan diterbitkannya instruksi ini, KC FSPMI Bogor berharap seluruh elemen organisasi dapat menjalankan keputusan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga solidaritas serta ketertiban selama pelaksanaan aksi.