Tangerang, KPonline-Ada yang mengatakan, selain dimeja perundingan dan aksi diatas panasnya aspal jalanan. Gerakan buruh adalah perjuangan yang tumbuh dari kata-kata, diabadikan melalui gambar, disuarakan lewat pemberitaan, hingga hadir dalam pendampingan ketika hak-hak pekerja membutuhkan pembelaan.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Inauguration Pengurus dan Anggota Media Perdjoeangan serta Jamkeswatch Tangerang Raya yang diselenggarakan di Rumah Makan Remaja Kuring, Tangerang, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda penguatan dua pilar perjuangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang memiliki peran berbeda, tetapi berpijak pada tujuan yang sama yaitu memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan kaum pekerja.
Dalam sambutannya, Jarim sebagai Ketua Konsulat Cabang FSPMI Tangerang Raya menyampaikan rasa syukur atas kehadiran jajaran pimpinan FSPMI, tamu undangan; Ketua DPRD Kota Tangerang, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Dewan Pimpinan Wilayah, serta pengurus konsulat cabang yang turut menyaksikan momentum tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Media Perdjoeangan dan Jamkeswatch merupakan bagian penting dari kekuatan organisasi yang perlu terus dirawat, diperkuat, dan dikembangkan.
Jarim menegaskan, Media Perdjoeangan memiliki peran strategis dalam mengabadikan setiap langkah perjuangan buruh melalui dokumentasi.
Di sisi lain, Jamkeswatch hadir dengan peran yang tak kalah penting, yakni mengawal persoalan jaminan sosial dan membantu pekerja maupun masyarakat memahami serta memperjuangkan hak-hak mereka dalam pelayanan jaminan kesehatan.
Dua pilar ini menjadi gambaran bahwa perjuangan organisasi tidak hanya berlangsung di ruang perundingan atau di tengah barisan aksi. Perjuangan juga hadir melalui tulisan yang membuka mata, dokumentasi yang merekam sejarah, serta pendampingan yang membantu masyarakat menghadapi persoalan pelayanan jaminan sosial.
Jarim juga menyampaikan bahwa proses penguatan kedua pilar tersebut merupakan bagian dari kebersamaan dan arahan pimpinan organisasi. Ia berharap pengukuhan ini menjadi awal bagi semakin eratnya koordinasi, soliditas, dan kerja nyata diantara seluruh pengurus serta anggota.
Terkait kepengurusan Jamkeswatch, Jarim menyebut Sunata sebagai sosok yang telah menjalani proses perjuangan dan turut berkontribusi dalam menggerakkan organisasi. Ia berharap amanah yang diberikan kepadanya dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.
Bagi Jarim, keberadaan Media Perdjoeangan dan Jamkeswatch bukan sekadar pelengkap struktur organisasi. Keduanya merupakan bagian dari kerja kolektif yang membutuhkan kesungguhan, konsistensi, dan kesadaran bahwa perjuangan buruh harus terus hidup dalam berbagai bentuk.
Pengukuhan ini pun bukan semata-mata tentang jabatan, susunan pengurus, atau seremoni di atas panggung. Lebih dari itu, terdapat amanah yang harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam kerja sehari-hari.
Bagi insan Media Perdjoeangan, amanah itu berarti terus menulis ketika suara buruh belum terdengar, terus mendokumentasikan ketika perjuangan sedang berlangsung, dan terus menyampaikan fakta ketika kisah pekerja belum mendapatkan ruang yang semestinya.
Sementara bagi Jamkeswatch, amanah itu berarti hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan jaminan sosial, mengawal hak yang harus dipenuhi, serta membantu memastikan pelayanan kesehatan dapat diakses sesuai ketentuan yang berlaku.
Mengakhiri sambutan, Jarim mengajak seluruh pihak untuk menjadikan niat baik dalam pengukuhan tersebut sebagai bagian dari pengabdian kepada organisasi, masyarakat, dan perjuangan kaum pekerja.
Dengan memohon ridho Alloh SWT, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan dan menjadi amal saleh bagi semua yang terlibat.
Jarim kemudian secara resmi membuka kegiatan Inauguration Pengurus dan Anggota Media Perdjoeangan serta Jamkeswatch FSPMI Tangerang Raya.
Hari itu, sebuah amanah kembali diteguhkan. Sebuah perjalanan baru kembali dimulai.
Sebab, perjuangan tidak cukup hanya dilakukan. Ia harus dicatat agar sejarah tidak terhapus, disuarakan agar kebenaran tidak tenggelam, dan dikawal agar hak-hak rakyat pekerja tidak berhenti sebagai janji.
Dari pena yang menuliskan kenyataan, kamera yang mengabadikan peristiwa, hingga langkah yang mengawal jaminan sosial, perjuangan buruh akan terus menemukan jalannya selama masih ada orang-orang yang bersedia berdiri dan bekerja untuk sesama.