Harga Minyak Dunia Melonjak 10 % di Tengah Krisis Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melonjak 10 % di Tengah Krisis Timur Tengah

Jakarta, KPonline – Harga minyak dunia melonjak hingga 10 % di tengah panasnya situasi Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent melonjak di level US$ 80 per barel pada hari Minggu, dan analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga US$ 100 per barel setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Informasi yang dihimpun koran perdjoeangan, penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor utama kenaikan harga minyak, karena 20% minyak global diangkut melalui jalur air tersebut.

Dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026) Direktur Energi Dan Penyulingan di ICIS, Ajay Parmar, mengatakan meskipun serangan militer itu mendukung harga minyak, faktor kuncinya adalah penutupan Selat Hormuz.

Beberapa pemilik kapal tanker dan perusahaan minyak besar telah menangguhkan pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Iran telah memperingatkan kapal-kapal agar tidak melewati jalur air tersebut. Jika penutupan terus berlanjut, harga minyak bisa meroket hingga US$ 100 per barel.

Ekonom energi Rystad Jorge Leon mengatakan, pengiriman bisa dilakukan dengan mengalihkan sebagian aliran melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi, namun dampaknya akan mengakibatkan hilangnya pasokan minyak mentah sebesar 8-10 juta barel per hari.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi kenaikan harga minyak mentah global yang melonjak tajam seiring penutupan Selat Hormuz imbas perang antara AS-Israel dan Iran.

Airlangga mengatakan setiap ketegangan di kawasan itu hampir pasti berdampak pada pasokan minyak global. Pemerintah akan melihat eskalasi ke depan untuk mengantisipasi dampak ke Indonesia, salah satunya kerja sama dengan pasokan selain dari Timur Tengah. (Yanto)