Jakarta, KPonline-Kongres V Partai Buruh yang digelar di Jakarta selama 3 Hari, (20-22/1/2026) Wakil Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Kabupaten Pemalang, Toto, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Kongres V Partai Buruh. Ia menilai kongres yang diselenggarakan di Golden Boutique Hotel, ini sebagai tonggak penting dalam mempertegas arah ideologis dan strategi perjuangan Partai Buruh ke depan.
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Kongres Partai Buruh ke-V di Jakarta. Ini bukan sekadar forum organisasi, tetapi momentum konsolidasi perjuangan kelas pekerja secara nasional,” ujar Toto.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Said Iqbal yang kembali terpilih sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026-2031. Menurutnya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah ideologis yang harus dijalankan dengan keberpihakan penuh kepada rakyat pekerja.
“Selamat kepada Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh terpilih. Semoga selalu amanah dan tetap berdiri di garis perjuangan kaum buruh,” tegasnya.
Sebagai perwakilan daerah dari Belik, Pemalang, Jawa Tengah, Toto menyampaikan sejumlah harapan yang mencerminkan kebutuhan kader di akar rumput. Harapan itu, kata dia, bukan sekadar keinginan personal, melainkan suara kolektif anggota Partai Buruh di daerah yang setiap hari berhadapan langsung dengan realitas ketimpangan dan ketidakadilan.
Pertama, ia berharap Presiden Partai Buruh terpilih dapat terus menjadi penyemangat dan sumber inspirasi bagi seluruh anggota Partai Buruh di daerah, dari kota hingga pelosok desa. Menurut Toto, semangat ideologis dari pusat harus terus mengalir agar militansi kader tetap terjaga.
Kedua, Toto menekankan pentingnya adanya gebrakan nyata dalam menyongsong Pemilu 2029. Ia menilai perjuangan elektoral tidak bisa dilakukan secara biasa-biasa saja, melainkan harus dibarengi dengan gerakan massa, aksi politik, serta penguasaan media sosial sebagai alat propaganda perjuangan.
“Partai Buruh harus hadir di jalan, di pabrik, di kampung-kampung, dan juga di ruang digital. Media sosial adalah medan tempur baru yang tidak boleh kita tinggalkan,” katanya.
Ketiga, ia mengingatkan agar Partai Buruh tetap menjaga ideologi sebagai partai berbasis perjuangan. Bagi Toto, ideologi adalah kompas yang tidak boleh bergeser meskipun dihadapkan pada tekanan politik dan godaan pragmatisme.
“Partai Buruh harus tetap solid sebagai partai perjuangan, bukan partai yang mudah dikompromikan oleh kepentingan modal,” ujarnya.
Keempat, Toto berharap Partai Buruh mampu memfasilitasi dan melahirkan kader-kader yang militan, tahan banting, dan tidak gentar menghadapi lawan politik yang memiliki kekuatan modal besar. Ia menegaskan bahwa dalam pertarungan politik, uang sering kali digunakan sebagai senjata utama, namun militansi dan kesadaran ideologis adalah senjata sejati kaum buruh.
“Kami di daerah membutuhkan kader-kader yang kuat secara mental, ideologis, dan organisatoris, agar tidak mudah digoyahkan oleh politik uang,” tegas Toto.
Menurutnya, Kongres V Partai Buruh harus menjadi titik awal penguatan barisan dari pusat hingga daerah. Dengan ideologi yang kokoh, gerakan yang terorganisir, dan kader yang militan, Partai Buruh diyakini mampu menghadapi tantangan politik ke depan dan memperjuangkan kedaulatan rakyat pekerja secara konsisten.