DKI Jakarta Membutuhkan Gubernur Seperti Rizal Ramli

  • Whatsapp
????????????????????????????????????

Jakarta membutuhkan pemimpin yang berani. Berkepribadian baik. Tidak mencla-mencle, jujur, dan yang paling penting, dia humanis. Berpihak kepada rakyat.

Apa ukurannya? Sederhana. Tidak main gusur seenaknya. Ketika rakyat menghendaki agar reklamasi dihentikan karena itu berdampak buruk pada kehidupan nelayan, maka dia akan memenangkan kehendak rakyat. Bukannya malah ngotot akan melanjutkan. Meskipun sikap seperti itu beresiko, karena berhadapan dengan pemodal besar.

Pembangunan secara fisik penting. Tetapi tidak kalah penting adalah pemimpin yang membangun manusia, berjuang menjadikan masyarakat sejahtera dan bahagia. Apalah gunanya gedung-gedung megah kalau rakyat kecil tersingkir, ketika kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin lebar. Bahkan yang lebih tidak masuk akal, upah minimum di DKI Jakarta – yang nobatebe Ibukota Negara – berada di bawah daerah sekitar. Sebut saja Karawang dan Bekasi.

Memimpin sebuah kota haruslah dengan hati. Dia adalah pelayan. Bukan penguasa. Karenanya, mempertontonkan kekuatan dengan mengerahkan aparat keamanan seperti polisi dan tentara, haruslah dihindari. Asal tahu saja, hal ini masih terlihat di Jakarta, terutama saat mereka menggusur orang-orang tak berdaya.

Adalah Rizal Ramli, sosok yang diyakini bisa memberikan perubahan bagi Jakarta. Baru-baru ini, Rizal Ramli memang didepak Jokowi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya. Tetapi justru karena itu rakyat sadar, bahwa Rizal sedang berpihak kepada rakyat. Dia dengan tegas menentang para cukong yang menghendaki reklamasi dilanjutkan.

Maka sudah sangat tepat jika kita meminta dan mendukung Rizal Ramli maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Selain memiliki kapasitas sebagai pemimpin, Rizal Ramli juga dikenal sebagai pejuang ekonomi kerakyatan yang tahan banting demi kemandirian bangsa dan kedaulatan nasional. Masih teringat gebrakannya saat menjadi Menko Perekonomian di era Presiden KH. Abdurrahman Wahid. Kala itu, Rizal Ramli mampu menunjukkan kinerja ekonomi sangat baik dan mampu memperlihatkan kualitas kerja yang tinggi. Rizal juga berhasil menyelamatkan PLN dari kebangkrutan; sukses merestrukturisasi properti, UKM dan petani; serta mendatangkan Rp 5 triliun tanpa menjual saham Telkom dan Indosat. Bahkan, di era Rizal lah, pemerintah Indonesia berhasil menurunkan utang luar negeri hingga 9 miliar dolar AS. Kita tahu, saat itu, situasi ekonomi masih sulit.

Satu hal yang penting, Rizal bukan tipe ekonom titipan asing, yang dengan mudah menjual kedaulatan negara. Ini bukan isapan jempol. Buktinya, dia berani menentang reklamasi. Proyek ambisius yang ditengarai hasil kongkalingkong dengan para taipan pemodal besar. Untuk siapa? Tentu saja, bukan untuk rakyat kecil yang dari hari ke hari semakin tersingkir dari riuhnya Ibukota.

Sebagai aktivis, Rizal Ramli juga dekat wong cilik. Beberapa kali dia hadir dalam diskusi dengan kaum buruh. Dalam sebuah seminar kerakyatan yang digagas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Rizal mengenakan jaz berlogo KSPI. Dengan lugas dia menyampaikan gagasan tentang bagaimana mewujudkan kesejahteraan.

Tidak berlebihan jika kemudian banyak yang menghendaki agar Rizal Ramli terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022. Meneruskan perjuangannya dalam mensejahterakan dan membahagiakan rakyat.

Apakah ini tidak turun kasta, mengingat sebelumnya Rizal Ramli berada di level nasional? Tentu saja tidak. Selain Jakarta merupakan miniatur Indonesia, memimpin sebuah wilayah juga tak kalah efektif, karena manfaat dari kebijakan yang dibuatnya akan lebih cepat dirasakan rakyat. (*)

Fotografer: Iwan Budi Santoso