Dari Morowali hingga Bekasi, FSPMI Perkuat Strategi Penambahan Anggota dan Densitas

Dari Morowali hingga Bekasi, FSPMI Perkuat Strategi Penambahan Anggota dan Densitas

Bekasi, KPonline – Memperluas basis keanggotaan dan meningkatkan densitas menjadi salah satu fokus pengembangan organisasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Sejumlah kawasan industri di berbagai wilayah Indonesia pun dibidik sebagai daerah potensial untuk memperkuat kehadiran dan daya juang organisasi.

Vice President DPP FSPMI Bidang Organisasi, Nuryasin, S.H., saat ditemui disela-sela FGD (22/10/2026) menyebut Morowali, Halmahera, Kalimantan, serta Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) sebagai wilayah yang memiliki peluang besar untuk pengembangan anggota.

Selain itu, kawasan industri di Tangerang, Serang, Bekasi, Karawang, dan Subang juga menjadi sasaran strategis. Aktivitas industri yang terus berkembang di wilayah tersebut membuka peluang bagi FSPMI untuk memperluas basis keanggotaan sekaligus memperkuat keterwakilan pekerja.

“Serang, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Subang memiliki aktivitas industri yang menjadi ruang strategis bagi serikat pekerja untuk memperluas basis, membangun kekuatan kolektif, serta meningkatkan keterwakilan buruh dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraannya,” ungkap Nuryasin.

Menurutnya, pengembangan organisasi tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota. Perluasan basis harus diiringi dengan penguatan struktur organisasi, konsolidasi di tingkat perusahaan, serta peningkatan pemahaman pekerja tentang pentingnya berserikat.

Dengan demikian, pertumbuhan jumlah anggota dapat berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas organisasi dan kemampuan serikat pekerja dalam mengawal kepentingan anggotanya.

Di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan dinamika hubungan industrial, FSPMI dituntut untuk hadir lebih dekat dengan pekerja. Organisasi tidak hanya perlu menjangkau lebih banyak buruh, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa berserikat merupakan salah satu jalan untuk memperjuangkan hak, perlindungan, dan kesejahteraan.

Strategi pengembangan anggota dari Morowali hingga Bekasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi FSPMI sebagai organisasi perjuangan kaum buruh. Penambahan anggota dan peningkatan densitas harus berjalan beriringan dengan konsolidasi, solidaritas, serta penguatan struktur organisasi di setiap daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan pengembangan organisasi bukan semata-mata diukur dari luasnya wilayah yang dijangkau atau banyaknya anggota yang direkrut, melainkan juga dari kemampuan FSPMI membangun kesadaran berserikat dan menghadirkan manfaat nyata bagi pekerja.