People take part in pro-government rallies, Iran, January 3, 2018. Tasnim News Agency/Handout via REUTERS

People take part in pro-government rallies, Iran, January 3, 2018. Tasnim News Agency/Handout via REUTERS

Buruh dan Pemuda Pimpin Demo Tuntut Perbaikan Ekonomi Iran

Posted by

Teheran,KPonline – Demonstrasi menentang pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran belum menunjukkan tanda-tanda bakal berhenti. Protes yang awalnya dipicu karena krisis ekonomi yang diderita oleh kalangan muda dan buruh telah berkembang menjadi kekuatan untuk melawan kediktatoran dan hak istimewa dari elite rezim Iran, terutama Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Demo rusuh tersebut terus menarik tanggapan tajam dari masyarakat internasional. Para pemimpin Eropa misalnya, menyampaikan kegelisahannya atas gelombang demonstrasi di Iran

Malah, seperti dilaporkan televisi pemerintah via AFP Selasa (2/1/2018), terdapat tambahan korban tewas akibat bentrokan antara para pengunjuk rasa dengan pihak keamanan.

Demonstrasi telah berlangsung lima hari berturut-turut, Senin (1/1). Menurut kantor berita Reuters, jumlah korban tewas mencapai 13 orang.

Tayangan video yang beredar di media sosial memperlihatkan bentrokan di Kota Qahderijan antara demonstran dengan polisi. Pemrotes tampak berusaha menduduki kantor polisi dan membakarnya.

Di sebelah barat, Kota Kermanshah, pemrotes membakar pos polisi lalu lintas. Kantor berita Mehr menyatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Menurut pejabat, ratusan orang telah ditangkap. Tayangan video yang beredar viral memperlihatkan polisi Teheran menembakkan kanon air untuk membubarkan demonstran.

Aksi unjuk rasa berawal di Kota Mashhad, Kamis (28/12) akibat tekanan ekonomi dan dugaan korupsi. Aksi tersebut meninggal di seluruh negeri dan berujung pada tuntutan agar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mundur.

 

Awalnya demo tersebut mengecam harga-harga barang yang tinggi, ekonomi yang tidak kunjung membaik, hingga merebaknya kasus korupsi.

Padahal, ketika meneken kesepakatan nuklir pada 2015 untuk mencabut sanksi internasional dari PBB, Presiden Rouhani menjanjikan perbaikan ekonomi.

Namun, faktanya tingkat pengangguran masih menembus angka 12,4 persen.

Demo kemudian merebak di kota besar lainnya seperti Qom, Kermanshah, hingga Teheran. Nahasnya, demo tersebut juga diselingi dengan konflik melawan para penegak hukum.(Ete/Gambar : Routers)

Facebook Comments

Comments are closed.