Aksi 1 September, Buruh Batam Mulai Bergerak

  • Whatsapp

Sejalan dengan gerakan #BuruhKepungIstana di ibukota, Buruh Batam bergerak kembali ke Kantor Walikota pagi ini

Batam, KPOnline – Selasa 1 september 2015 pagi ini Buruh di kota Batam yang tergabung dalam aliansi buruh Batam bergerak yang terdiri dari FSPMI,  SPSI, SPN dan elemen buruh lainnya kembali turun ke jalan untuk menyuarakan isu perjuangan terkini, guna didengar pemangku kepentingan di Kota Batam juga dapat dicarikan jalan keluarnya oleh pengambil kebijakan terkait isu perjuangan yang didengungkan.

Pagi ini suasana di beberapa titik kota Batam mulai dipadati ratusan massa buruh yang hendak bergabung dalam aksi unjuk rasa damai, terpantau seperti di titik kumpul simpang panbil ratusan karyawan yang berasal dari kawasan industri Batamindo dan Panbil Mukakuning mulai memadati ruas jalan tersebut menanti rekan lainnya yang ikut dalam aksi damai tersebut.

IMG-20150901-WA0029
Dari simpang Polsek di Tanjung uncang juga sudah berkumpul ratusan buruh dari galangan kapal shipyard ikut berpartisipasi dalam aksi hari ini.
Para pekerja shipyard tersebut juga siap konvoi menuju titik kumpul utama di simpang panbil Mukakuning.

Di depan kawasan industri Batam Centre,  tepatnya di depan PT. Panasonic Industrial Devices Batam puluhan buruh juga sudah mulai terkonsentrasi jumlah massanya.

Laporan dari anggota PUK FSPMI di Kawasan industri kabil dan Batu ampar juga mulai memenuhi ruas jalan depan kawasan industri masing-masing sama hal’nya dengan yang dilakukan rekan buruh lainnya di beberapa titik yang dilaporkan menjadi titik kumpul para pekerja yang hendak melakukan aksi unjuk rasa damai tersebut.

Yoni Mulyo Widodo selaku ketua Perda KSPI Kepri yang juga ketua Konsulat Cabang FSPMI Kota Batam melalui pesan singkat kepada kontributor Koran Perdjoeangan Kota Batam memberikan informasi bahwa aksi yang dilaksanakan hari ini akan berpusat di depan kantor Walikota Batam. “Adapun tuntutan aksi hari ini sama seperti yang disuarakan rekan-rekan Buruh di ibukota seperti Revisi PP jaminan pensiun,  Reformasi birokrasi PPHI / bubarkan PHI, Segera sah’kan UU PRT, Jalankan UU mengenai K3 di perusahaan-perusahaan, Naikkan Upah layak tahun 2016 minimal sebesar 22%, Tolak Pekerja Asing yang tak sesuai prosedur UU, Perbaikan pelayanan BPJS kesehatan dan yang terakhir mengenai perjuangan karyawan Outsourching di perusahaan BUMN serta ditambahkan beberapa isu lokal yang ada di Batam, diantaranya mengenai tuntutan jalankan UU ketenagakerjaan / Hak kebebasan berserikat di PT.  TJK Power (PLTU tanjung KASAM / PUK CHDOC), subsidi gas 3Kg dan permasalahan Jaminan Kesehatan yang ada di lingkup kota Batam” imbuh Yoni dalam pesan singkatnya.
(Darmo J / Eksan H)