Bincang-bincang Masalah Perburuhan dan Perekonomian Bersama DR Rizal Ramli

Bincang-bincang Masalah Perburuhan dan Perekonomian Bersama DR Rizal Ramli

Pasuruan, KPonline – Konsulat Cabang FSPMI Pasuruan bersama KSPI mengadakan acara seminar “Bincang-bincang masalah perburuhan dan perekonomian bersama DR Rizal Ramli” yang bertempat di Rumah Makan Kebon Pring kota Pasuruan, Jum’at (01/02/2019).

Acara yang dimulai pukul 15.45 ini diawali oleh sambutan dari Ketua KC Pasuruan Jazuli Memaparkan “kondisi perburuhan di Jawa Timur untuk kenaikan UMK sesuai instruksi Menaker yaitu 8,03 persen, tetapi yang menjadi masalah adalah angka-angka kebutuhan lainnya justru naik diatas 10 persen, itu tandanya kenaikan UMK ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kesejahteraan buruh”, ucapnya.

Kemudian dilanjut sambutan dari Muhammad Rusdi selaku Deputy Presiden KSPI yang menanyakan kepada peserta yang hadir
“Adakah disini buruh yang punya rumah bukan hasil nyicil dan warisan?”
Ternyata yang mengacungkan tangan hanya satu orang, itu tandanya buruh Indonesia ini belum sejahtera, kita bekerja tapi miskin terbukti dari semua peserta yang hadir hanya satu orang yang mempunyai rumah bukan dari nyicil dan warisan”, ucapnya.

“Dengan adanya PP 78 Tahun 2015, Buruh Indonesia menjadi saksi sejarah bahwa rezim ini tidak pro terhadap buruh”, tegas Rusdi.

Tanggapan dari Ekonom Senior Doktor Rizal Ramli mengenai permasalahan perburuhan dan perekonomian saat ini
“Ketika awal kampanye, Pak Jokowi bersimpati kepada buruh, petani, nelayan. Tetapi sudah 4 Tahun ini malah kebijakannya sebaliknya tidak Pro Buruh impor pekerja dari luar, Impor pangan yang sangat besar dll”, ucap mantan menko kemaritiman ini.

Untuk masalah perekonomian beliau memberikan pandangan solusi untuk indonesia

1. Adanya kedaulatan pangan
Dari dua calon yang menyatakan dalam program kerjanya hanya Pak Prabowo, caranya dengan kita harus menghapus sistem kartel,
Saya bertanya pada Prabowo, Mas Bowo, seandainya anda terpilih bulan april nanti apakah anda akan menerima uang triliunan dari taipan-taipan itu? “Saya akan menolak, Pak Rizal saya itu dulunya ketua Asosiasi Pedagang Pasar, jadi saya sungguh-sungguh akan membawa indonesia untuk bisa berdaulat pangan”.

Disamping itu beliau menambahkan kita perlu bangun 5 Hektar lahan padi baru, Kita harus bangun 1 hektar lahan Gula, dan Kita juga harus buka 1 juta hektar ladang jagung, Dari itu semua bisa menyerap jutaan lapangan pekerjaan, tetapi masalahnya sekarang ini anak muda tidak mau jadi petani, karena pemerintah kebanyakan impor, jadi petani itu sama aja kita akan menjadi miskin.

2. Perumahan
Pada tahun 1965 Perdana menteri singapura Lee Kuan Yew, menyatakan kami akan mewariskan kepada seluruh warga mempunyai rumah.
– Rezim sekarang cuma bisa bangun 300 ribu rumah, maka target kita untuk 5 tahun kedepan naik 3 sampai 4 kali lipat yaitu minimal 1 juta rumah harus dibangun, begitupun cicilannya yang tadinya 7% harus diturunkan jadi 3%.

3. Industri
– Negara-negara maju ini sektor industri nya maju diatas 10%, nah di kita ini cuma 4% padahal pada tahun 60-70an industri kita mencapai 15-17%, karena industrialisasi ini sangat pengaruh kepada pendapatan kita, contohnya
Pendapatan Korea 12x dari kita, Malaysia 3x, Thailand 2x, China 2x pdahal tahun 80-an cuma 1/2 dari pendapatan kita.

(Dede Faisal RA/ Pasuruan)

Facebook Comments

Comments are closed.