Anak Buruh Pabrik Umur 9 Tahun, Kini Jadi Yatim Piatu di Jalur Cikarang-Cibarusah

Bekasi, KPonline – Sepeninggal istrinya 4 tahun yang lalu, Sutrisno (52 th) yang seorang buruh di perusahaan swasta di kabupaten Bekasi harus berjuang membesarkan putera semata wayangnya.

Namanya musibah atau garis takdir tak ada seorang manusiapun yang tahu. Pulang dari bekerja, sekitar pukul 23.40 Wib, Sutrisno yang tinggal di blok i RW.007 Perum Mega Regency Desa Sukaragam harus meregang nyawa di tempat kejadian Kandang Roda Kecamatan Cikarang Selatan (Jalan Raya Cikarang – Cibarusah) Kabupaten Bekasi, karena kecelakaan lalulintas, Sabtu (25/06/2022).

Mendengar kabar duka tersebut, Rukun Santosa selaku Ketua RW bersama pengurus dan beberapa warga datang ke RS Medirossa Tegal Gede, tempat dimana jenazah dibawa. Selain pengurus lingkungan, terlihat hadir juga pengurus Serikat Pekerja, dimana Sutrisno tercatat sebagai anggota.

“Belum genap usia 10 tahun, Anugrah Akbar putera dari warga saya Sutrisno harus menjadi anak Yatim-Piatu,” ujar Rukun lirih.

Berdasarkan informasi yang diterima Media Perjoeangan di lokasi TPU Langkap Lancar Desa Sukaragam, terlihat tetangga korban ikut mengurus pemulangan jenazah dari Rumah Sakit.

“Proses pemulangan jenasah korban laka lantas memang tidaklah mudah. Dari tengah malam kejadian, tadi baru sampai rumah duka sekitar jam 8 pagi,” kata tetangga korban.

Selaku Kabid. Sosial Kesra & TPU Paguyuban RW se-Mega Regency, Supriadi juga terlihat hadir pada saat pemakaman dan memberikan komentarnya.

“Ini kejadian yang kesekian kali dialami oleh warga Mega Regency. Kami sangat berharap kepada Pemda Kabupaten Bekasi dan Pemprov Jawa Barat agar benar-benar memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengendara dalam proses perbaikan serta pelebaran jalan yang saat ini sedang berlangsung,” kata dia.

“Kami harap, cukuplah ini kejadian terakhir yang menimpa warga Perum Mega Regency, dan masyarakat Kabupaten Bekasi pada umumnya yang melalui jalan raya Cikarang – Cibarusah,” tambah ketua RW 010 Mega Regency dengan nada sedih.

Prosesi pemakaman selesai sekira jam 10 pagi. Di lokasi terlihat keluarga korban, tetangga, teman kerja dan putera tunggalnya, yang masih belum mengerti apa yang terjadi dengan ayahnya. (Erte)