Winarso Tegaskan Loyalitas Ideologi, Safari Ramadhan FSPMI Perkuat Soliditas DKI–Bogor–Depok

Winarso Tegaskan Loyalitas Ideologi, Safari Ramadhan FSPMI Perkuat Soliditas DKI–Bogor–Depok

Jakarta – Ketua DPW FSPMI DKI Jakarta, Winarso, menyampaikan refleksi perjuangan dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar DPP Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dengan tajuk Konsolidasi Ideologi FSPMI DKI Jakarta, Bogor, dan Depok. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPP FSPMI ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi di tengah dinamika gerakan buruh.

Dalam sambutannya, Winarso mengisahkan awal perjalanannya bergabung dengan FSPMI. Ia memulai kiprah sebagai anggota PUK di PT Kayaba, sebelum kemudian aktif dalam perjuangan yang lebih luas bersama organisasi.

Bacaan Lainnya

Sejumlah kenangan turut ia bagikan, terutama tentang para pendiri dan tokoh yang menjadi inspirasi perjuangan. Winarso menyebut nama-nama seperti Bung Basril, Bung Endang Tamrin, dan Presiden FSPMI Said Iqbal sebagai sosok yang berperan besar dalam membangun fondasi organisasi.

Menurutnya, para tokoh tersebut bukan sekadar pendiri, tetapi juga guru dan motivator dalam perjalanan perjuangan kaum buruh. Dari mereka, ia belajar tentang konsistensi, keberanian, serta pentingnya menjaga ideologi di tengah berbagai tantangan.

Sejak awal, Winarso dipercaya memimpin FSPMI di Ibu Kota. Amanah itu diemban di tengah berbagai dinamika dan hiruk-pikuk organisasi yang tidak selalu berjalan mulus. Namun demikian, ia menegaskan tetap berdiri tegak bersama FSPMI.

“Besar atau kecilnya FSPMI di DKI Jakarta bukan persoalan utama. Yang terpenting adalah komitmen dan kesetiaan terhadap garis perjuangan organisasi,” tegasnya.

Ia juga menegaskan kedekatannya secara ideologis dengan Said Iqbal. Selama berada di FSPMI, dirinya menyatakan tetap menjadi bagian dari barisan perjuangan yang dipimpin Said Iqbal. Bagi Winarso, loyalitas bukan sekadar sikap personal, melainkan komitmen terhadap arah dan cita-cita perjuangan buruh yang telah dibangun sejak awal.

Winarso mengingatkan bahwa FSPMI dibangun dengan pengorbanan dan konsistensi. Sejak berdiri, organisasi ini tetap berada di jalur perjuangan kaum buruh, meski kerap menghadapi dinamika internal yang krusial.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh kader untuk tetap teguh dan istiqomah menjalankan roda organisasi sesuai AD/ART. Menurutnya, aturan organisasi adalah pedoman utama agar perjuangan tetap terarah dan tidak keluar dari rel ideologi.

“Jangan larut dalam konflik, karena kita adalah para pejuang buruh yang harus terus bergerak,” serunya di hadapan peserta konsolidasi.

Safari Ramadhan ini pun menjadi momentum penguatan semangat kolektif. Dengan konsolidasi ideologi yang terus dijaga, FSPMI diharapkan tetap solid, progresif, dan konsisten memperjuangkan hak serta kesejahteraan buruh di DKI Jakarta, Bogor, Depok, dan wilayah lainnya.

Pos terkait