Wajah Baru Mobil Komando Buruh DKI Jakarta

Wajah Baru Mobil Komando Buruh DKI Jakarta

Jakarta, KPonline-Mobil komando (Mokom) buruh DKI Jakarta telah mengalami perubahan signifikan sejak tahun 2011. Aksi mogok nasional pada tahun itu menandai awal dari perubahan tersebut.

Pada awalnya, mobil komando hanya seadanya, menggunakan toa dan 1-2 salon speaker aktif tanpa panggung. Namun, pada tahun 2012, mobil komando DKI Jakarta menggunakan mobil bak sampah yang didesain oleh Garda Metal FSPMI DKI Jakarta.

Mobil bak sampah itu sering bergantian digunakan dan sering kali mogok saat digunakan.Mobil itu dulu pinjam dari Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT HPI jakarta Namun, seiring berjalannya waktu, intensitas gerakan buruh mulai bangkit dan berkembang secara pesat

DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) DKI Jakarta dijanjikan mobil komando dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) FSPMI dengan syarat buruh berani menutup tol dan kawasan. Dengan keberanian buruh DKI Jakarta Berjuang dengan sekuat tenaga , mobil komando akhirnya terealisasi dan digunakan hingga sekarang.

Pernah di era rezim Jokowi di tahun 2014 saat aksi di depan istana menolak PP 78 semua mobil komando Hancur sama aparat dan mokom DKI Jakarta hanya kaca depan yang hancur dan tidak mengurangi pergerakan perjuangan buruh DKI Jakarta

Kini, mobil komando memiliki wajah baru dengan sound dan panggung baru yang dibiayai dengan patungan dari para anggota PUK dan Garda Metal.

Ketua DPW FSPMI, Winarso, menyampaikan bahwa dengan wajah baru mobil komando, Garda Metal diharapkan lebih semangat lagi dan lebih memiliki untuk mengawal perjuangan organisasi FSPMI.

Mobil komando ini menjadi simbol perjuangan buruh DKI Jakarta dan diharapkan dapat meningkatkan semangat juang mereka.

Perubahan mobil komando ini juga menunjukkan komitmen buruh DKI Jakarta untuk terus berjuang dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Dengan mobil komando yang baru, buruh DKI Jakarta siap menghadapi tantangan dan perjuangan yang akan datang.

Winarso berharap mobil komando ini dapat menjadi alat perjuangan yang efektif bagi buruh DKI Jakarta.