Jakarta, KPonline-Dalam sesi usulan calon Presiden Republik Indonesia 2029 di Kongres V Partai Buruh, berbagai Executive Committee (Exco) kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia menyampaikan pandangan dan mengajukan nama-nama tokoh yang dinilai layak diusung Partai Buruh pada Pemilihan Umum 2029 mendatang.
Dari wilayah timur hingga barat Indonesia, para delegasi menyampaikan usulan yang mencerminkan kondisi sosial, politik, dan harapan rakyat di daerah masing-masing. Sesi ini memperlihatkan bahwa Partai Buruh membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi akar rumput dalam menentukan arah perjuangan politik nasional.
Dalam berbagai usulan tersebut, nama Said Iqbal paling banyak disebut. Dukungan terhadap Presiden Partai Buruh itu datang dari banyak daerah dan menunjukkan kuatnya kepercayaan kader terhadap figur yang dianggap lahir dari perjuangan gerakan buruh.
Dari Papua Tengah, delegasi mengusulkan Natalius Pigai. Sedangkan Papua Pegunungan mengusulkan Ari Sihasale. Usulan ini disebut sebagai representasi harapan masyarakat Papua tersebut agar kepemimpinan nasional ke depan lebih memberi ruang bagi daerah-daerah yang selama ini merasa tertinggal meski memiliki kekayaan alam melimpah.
Sementara itu, delegasi dari Papua Barat dan Papua Barat Daya secara tegas mengusulkan Said Iqbal. Dalam penyampaiannya, mereka menekankan pentingnya membangun kekuatan politik sendiri. “Kita membangun rumah perjuangan kita sendiri. Jangan sampai kita yang berjuang, tapi orang lain yang menikmati hasilnya,” ujar salah satu perwakilan daerah tersebut.
Dari Papua Selatan, satu nama diusulkan, yakni Said Iqbal. Usulan ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan di internal daerah Papua terkait figur yang dianggap mampu membawa perubahan di tingkat nasional.
Gelombang dukungan terhadap Said Iqbal juga datang dari berbagai wilayah lain, diantaranya Maluku Utara, Maluku, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, NTT, NTB, Bali, Banten, Jawa Barat, Lampung, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Utara, Aceh, dan Kalimantan Selatan. Para delegasi menilai Said Iqbal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan kepentingan buruh dan rakyat kecil.
Meski demikian, Kongres V Partai Buruh tidak hanya diwarnai satu nama. Dari Sulawesi Selatan, muncul usulan Damar Panca. Sulawesi Tengah mengajukan Purbaya Yudi Sadewa, sementara Kalimantan Timur juga mengusulkan Purbaya. Dari Kalimantan Utara, delegasi mengajukan nama Dr. Syarifah Soraya, yang juga mendapat dukungan dari Bangka Belitung dan Jawa Timur.
Di Pulau Jawa, variasi usulan semakin beragam. Jawa Tengah mengusulkan Ahmad Lutfi, Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukan Listyo Sigit Prabowo, sementara DKI Jakarta menyebut nama MH Ainun Najib (Cak Nun). Usulan dari Jakarta ini menarik perhatian peserta kongres karena Cak Nun dikenal sebagai budayawan dan tokoh moral, bukan politisi praktis.
Dari Bengkulu, delegasi mengusulkan Mentan Amran, menegaskan bahwa figur-figur daerah juga memiliki potensi untuk tampil di tingkat nasional.
Sesi usulan calon Presiden 2029 ini belum menghasilkan keputusan final. Seluruh nama yang disampaikan masih akan dibahas dan dikaji lebih lanjut sesuai mekanisme internal partai. Namun, forum tersebut menegaskan komitmen Partai Buruh untuk membangun proses politik yang demokratis, partisipatif, dan berangkat dari aspirasi daerah.