Purwakarta, KPonline-Kebuntuan perundingan kenaikan upah berkala kembali memantik bara perlawanan buruh. Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri (SPAI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Indopoly menggelar rapat bersama pengurus dan perwakilan anggota sebagai langkah konsolidasi menghadapi sikap manajemen yang dinilai keras kepala dan tak kunjung memberi kepastian.
Rapat yang berlangsung di sebuah rumah makan Padang, kawasan Taman Pembaharuan, Purwakarta, Minggu (1/2/2026), menjadi ruang curhat sekaligus arena penyusunan strategi. Fokus utama pembahasan adalah kenaikan upah berkala bagi pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun—hak normatif yang hingga kini masih tersandera proses perundingan alot.
Ketua PUK SPAI FSPMI PT Indopoly, Junjun Supriadi, secara gamblang mengungkapkan bahwa upaya dialog telah ditempuh berulang kali, namun hasilnya nihil. Empat kali perundingan digelar, empat kali pula menemui jalan buntu.
“Perundingan sudah hampir empat kali, tapi belum menemukan kesepakatan. Pihak manajemen masih ngotot dengan pendiriannya, dengan konsep yang mereka ajukan,” tegas Junjun di hadapan peserta rapat.
Menurutnya, kondisi ini sangat kontras dengan proses perundingan tahun sebelumnya yang relatif lebih cair dan solutif. Kali ini, sikap manajemen dinilai tak mencerminkan itikad baik untuk menghargai loyalitas pekerja dengan masa kerja panjang.
Situasi pelik tersebut turut disampaikan langsung kepada Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPAI FSPMI Purwakarta, Hadi Hermawan, yang hadir memberikan penguatan. Hadi menekankan bahwa kebuntuan semacam ini tak boleh dihadapi secara terpecah-pecah.
“Kita sebagai serikat pekerja harus satu tujuan dan satu visi, termasuk dengan serikat pekerja lain di luar FSPMI. Karena saat duduk di meja perundingan, kita hadir membawa nama anggota dan buruh,” ujar Hadi dengan nada tegas.
Ia mengingatkan, persatuan adalah senjata utama buruh ketika berhadapan dengan manajemen yang enggan bergeser. Tanpa soliditas, perjuangan akan mudah dilemahkan oleh kepentingan perusahaan.
Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi PUK SPAI FSPMI PT Indopoly untuk merapatkan barisan. Konsolidasi internal dinilai mutlak agar langkah dan strategi perjuangan lebih terukur, terarah, dan berdaya tekan. Kenaikan upah berkala bukan sekadar angka, melainkan bentuk pengakuan atas pengabdian dan kerja keras buruh yang telah bertahun-tahun menggerakkan roda produksi.
Di tengah kebuntuan yang terus berlarut, satu pesan menguat dari rapat itu. Buruh tidak akan diam ketika keadilan upah terus ditunda. Solidaritas dipertebal, perlawanan disiapkan, dan meja perundingan akan terus didatangi hingga hak buruh benar-benar dihormati.