Tiga Advokat FSPMI Resmi Disumpah di Surabaya, Siap Perjuangkan Keadilan Buruh

Tiga Advokat  FSPMI Resmi Disumpah di Surabaya, Siap Perjuangkan Keadilan Buruh

Surabaya, KPonline — Tiga Advokat dari Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI FSPMI) Surabaya resmi dilantik pada hari Kamis (9/4/2026) dan diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi Surabaya Jl. Sumatera No.42 Surabaya. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat perjuangan hukum bagi kaum Buruh dan masyarakat luas.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu Advokat yang dilantik, Slamet Raharjo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PUK SPAI FSPMI PT. Adhibaladika Agung – Bukit Darmo Golf Surabaya, menegaskan pentingnya peran Advokat dalam memberikan pemahaman hukum kepada Pekerja.

 

Menurutnya, selama ini masih banyak Buruh yang belum memahami hak dan kedudukan mereka di hadapan hukum. Padahal, secara konstitusi setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama.

“Kami tidak berbicara soal menang atau kalah, tetapi bagaimana menempatkan hukum sesuai dengan fungsinya, yakni untuk rakyat dan keadilan,” ujar Pria yang juga selaku Ketua Pimpinan Cabang SPAI FSPMI Surabaya.

 

Ia juga menyoroti bahwa masih ada praktik yang mengabaikan kepentingan Buruh, baik dari sisi pemahaman hukum maupun kepentingan kelompok tertentu. Karena itu, edukasi hukum menjadi kunci agar pekerja tidak mudah dimanipulasi.

Slamet juga berpesan kepada generasi muda FSPMI untuk terus belajar dan tidak pernah berhenti menuntut ilmu.

 

Sementara itu, Ahmad Musta’in, Ketua PUK SPAI FSPMI PT. ISS Indonesia Jawa Timur Surabaya, mengungkapkan bahwa motivasinya menjadi Advokat berangkat dari banyaknya kasus ketenagakerjaan yang belum terselesaikan secara maksimal melalui jalur litigasi.

 

Ia menjelaskan bahwa proses menjadi Advokat bukan hal mudah, karena membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, hingga materi, terutama bagi mereka yang juga aktif dalam organisasi dan bekerja.

“Integritas adalah kunci. Profesi Advokat harus dijalankan sesuai sumpah dan kode etik, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Musta”in juga menyoroti tantangan dunia hukum yang terus berkembang, termasuk digitalisasi proses peradilan seperti e-court. Menurutnya, Advokat harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Ia menambahkan bahwa jaringan organisasi, khususnya dalam FSPMI, memiliki peran besar dalam memperkuat advokasi dan solidaritas antar anggota.

 

Hal senada disampaikan oleh Dadang Febriyanto, Ketua PUK SPAI FSPMI PT. G4S Security Services Surabaya. Ia menilai profesi Advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk memperjuangkan keadilan, khususnya bagi kaum lemah.

“Lebih baik kehilangan perkara daripada kehilangan kehormatan,” ujarnya menegaskan prinsip integritas yang ia pegang.

Dadang menjelaskan bahwa perjalanan menjadi Advokat dimulai dari pendidikan hukum, mengikuti PKPA, lulus UPA, hingga magang dan akhirnya disumpah di Pengadilan Tinggi. Semua proses tersebut membentuk mental dan kesiapan dalam menjalankan profesi.

 

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Advokat, mulai dari tekanan eksternal hingga godaan pragmatisme di lapangan. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga independensi dan menghindari konflik kepentingan.

Lebih jauh, Dadang menekankan bahwa akses keadilan di Indonesia masih belum merata. Banyak masyarakat kecil yang belum memahami hukum atau tidak mampu mengakses bantuan hukum.

 

Karena itu, Advokat memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan layanan hukum secara cuma-cuma (pro bono).

 

Ketiga Advokat ini sepakat bahwa peran Advokat dalam FSPMI tidak hanya terbatas di ruang sidang, tetapi juga dalam gerakan sosial dan pendidikan hukum bagi Pekerja/ Buruh.

 

Ke depan, mereka berkomitmen untuk:

• Memberikan pendampingan hukum bagi anggota FSPMI dan masyarakat umum;

• Membangun pos bantuan hukum di lingkungan Serikat Pekerja;

• Mengedukasi Pekerja tentang hak-hak normatif sebagai Pekerja;

• Mendorong kebijakan yang berpihak pada Buruh.

 

Dengan semangat tersebut, kehadiran Advokat dari FSPMI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan memastikan hukum benar-benar berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat.

 

(Natalia – Kontributor Jawa Timur)

Pos terkait